TARAKAN, 31 Mei 2026 — Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara resmi telah mengumumkan daftar Perguruan Tinggi Penerima Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk Skema Pendanaan Tahun 2026. Dalam pengumuman bergengsi tersebut, sejumlah inovasi dan gagasan cemerlang dari mahasiswa UBT berhasil lolos seleksi dan berhak mendapatkan pendanaan penuh.

Tahun ini, pendanaan berhasil diraih oleh tim mahasiswa dari berbagai skema. Pada bidang Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE), tim yang diketuai oleh Sartika (NIM: 2340101021) berhasil lolos dengan mengangkat judul penelitian “Efikasi Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala), Jahe (Zingiber Officinale), dan Kunyit (Curcuma Longa) sebagai Biostimulan Reproduksi Ikan Lele (Clarias Sp)”.
Di bidang yang sama (PKM-RE), prestasi turut diraih oleh tim yang diketuai Lian Juberly (NIM: 2340103048) dengan inovasi penelitian berjudul “Smart Packaging Berbasis Bahan Alam Pesisir Lokal sebagai Indikator Penurunan Mutu Udang”. Kedua riset eksakta ini menonjolkan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara optimal guna mendukung sektor perikanan dan kelautan yang menjadi ciri khas wilayah Kalimantan Utara.
Selain riset, wujud kepedulian mahasiswa UBT terhadap lingkungan dan masyarakat juga diakui secara nasional. Pada Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), tim di bawah pimpinan Rina Febriyanti (NIM: 2440403060) sukses mengamankan pendanaan melalui gagasan “Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Pantai Amal RT 12 melalui Inovasi Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Block sebagai Solusi Pengolahan Limbah Lingkungan”.
Tidak berhenti pada ajang PKM, jiwa kewirausahaan mahasiswa UBT juga berhasil bersaing dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Usaha yang diketuai oleh Geo Feneri (NIM: 2340401053) berhasil lolos pada Tahapan Bertumbuh untuk Kategori Industri Kreatif, Seni dan Budaya. Bisnis inovatif tersebut mengusung nama “Pengembangan Berkelanjutan Darling Mart Industri Kreatif melalui Inovasi Produk Berbasis Limbah Pesisir di Kota Tarakan”.
Lolosnya proposal-proposal ini membuktikan komitmen dan kualitas riset, pengabdian, serta kewirausahaan yang terus dibangun dalam iklim akademik universitas. Pemanfaatan potensi bahan alam lokal dan solusi penanganan limbah pesisir menjadi benang merah dari inovasi para mahasiswa, yang tidak hanya membawa nama baik institusi di kancah nasional, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan solusi aplikatif bagi masyarakat di wilayah pesisir perbatasan.
Langkah selanjutnya, seluruh tim yang lolos akan mempersiapkan pelaksanaan program masing-masing secara intensif guna mencapai target luaran yang telah disepakati bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.



