
TARAKAN, 4 September 2026 – Dalam upaya mewujudkan pengabdian nyata kepada masyarakat, Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Ilmiah (UKM RPI) Universitas Borneo Tarakan (UBT) berhasil lolos sebagai penerima pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.
Melalui program unggulan bertajuk “Smart-Fish Juata”, mahasiswa UBT terjun langsung untuk memberdayakan masyarakat pesisir di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Program inovatif ini berfokus pada pemberian dukungan teknologi tepat guna berupa sistem pengeringan ikan berbasis energi terbarukan guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan lokal.
Kawasan Kelurahan Juata Laut sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung perikanan di Kota Tarakan. Mayoritas masyarakat setempat, yang berprofesi sebagai nelayan pesisir, mengandalkan hasil tangkapan laut, khususnya ikan lembe (ikan tipis). Ikan tipis ini kemudian secara rutin diolah menjadi produk ikan kering untuk dipasarkan.
Meski memiliki potensi besar, para nelayan di kawasan Juata Laut kerap dihadapkan pada sejumlah tantangan pelik. Proses pengeringan ikan yang selama ini masih mengandalkan metode tradisional secara terbuka sangat bergantung pada kondisi cuaca. Selain itu, cara ini membuat ikan sangat rentan terhadap kontaminasi dari lingkungan sekitar, seperti debu, kotoran, hingga paparan lalat, yang pada akhirnya dapat menurunkan nilai kebersihan dan kualitas produk ikan kering tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, tim PPK Ormawa UKM RPI UBT hadir dengan memberikan solusi konkret berupa penerapan teknologi Solar Dryer System yang didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Inovasi teknologi ini didesain menggunakan ruang pengering tertutup (closed-system) sehingga ikan tidak lagi terpapar langsung oleh lingkungan bebas selama proses pengeringan.
Dengan penerapan sistem ruang tertutup ini, produk ikan kering milik nelayan diharapkan akan jauh lebih terlindungi dari hinggapan lalat, debu, dan berbagai kontaminasi eksternal lainnya. Penggunaan teknologi berbasis energi terbarukan ini tidak hanya menjadikan proses pengeringan jauh lebih higienis, tetapi juga secara signifikan menjaga kualitas mutu produk agar tetap tinggi.
Dalam implementasi program di lapangan, tim PPK Ormawa UKM RPI UBT tidak sekadar memberikan bantuan fisik berupa alat pengering, melainkan merancang sebuah program pemberdayaan yang terintegrasi. Tim mahasiswa telah berhasil membentuk kelompok nelayan yang beranggotakan 20 orang sebagai target utama pemberdayaan. Kelompok ini yang nantinya akan menjadi sasaran dalam serangkaian pelatihan penggunaan dan perawatan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pendampingan operasional, hingga tahap monitoring dan evaluasi agar masyarakat kelak mampu mengoperasikan sistem Solar Dryer secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Kelompok Nelayan Juata Laut, Surjie, menyambut baik inisiatif dari para mahasiswa ini dan menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan dukungan bagi para nelayan setempat.
“Kita di Juata sini, mayoritas nelayan ikan tipis di daerah Juata Laut. Kami dari nelayan pesisir Juata Laut Tarakan mengimbau untuk pemerintah agar bisa membantu kami. Kendala kami berbagai macam, salah satunya kalau bisa harga ikan tipis dipertahankan atau bisa mengangkat derajat kami lah, masyarakat kecil ini,” ungkap Surjie.
Apresiasi senada juga datang dari unsur pemerintah setempat. Lurah Juata Laut, M. Hardi, menilai kehadiran mahasiswa UBT membawa dampak positif yang langsung dirasakan oleh warganya. Beliau berharap inovasi purwarupa ini dapat diperluas jangkauannya di masa mendatang.
“Alat ini kalau bisa jadi percontohan ya, nah untuk ke depannya akan ditambah. Ini sangat membantu warga kita. Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas pelayanan mahasiswa dari Universitas Borneo. Ini sangat antusias masyarakat sekitar, dan dari pemerintah juga ikut serta,” ujar M. Hardi.
Sebagai ujung tombak pelaksana program, Ketua Tim PPK Ormawa UKM RPI, Reza Saputra Wahab, menegaskan bahwa inovasi dan pemberdayaan yang dibawa ke Juata Laut ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam membangun masyarakat.
“Karena perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Mari dukung gerakan PPK Ormawa dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” tegas Reza.
Melalui Program Smart-Fish Juata, Universitas Borneo Tarakan kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan solusi berbasis teknologi tepat guna yang aplikatif bagi masyarakat. Dengan adanya fasilitas pengeringan yang lebih higienis dan terlindungi, kualitas produk ikan kering (ikan tipis) produksi Juata Laut diharapkan akan semakin konsisten, sehingga mampu mendongkrak nilai jual produk dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Kalimantan Utara. (mam/mam/raa)



