FK UGM Bina Pendirian Prodi Kedokteran UBT (Terobosan Rektor UBT Dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran Pada prodi Kedokteran UBT)

Beranda > Berita > FK UGM Bina Pendirian Prodi Kedokteran UBT (Terobosan Rektor UBT Dalam Meningkatan Mutu Pembelajaran Pada prodi Kedokteran UBT)

Yogyakarta, Universitas Borneo Tarakan (UBT) gandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) lakukan pembinaan dalam pendirian program studi pendidikan dokter di Universitas Borneo Tarakan. Komitmen kedua institusi ini tertuang dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UBT dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM pada Jumat (07/6) di Ruang  Lantai 7 Gedung Tahir Sayap Utara Kampus FK-KMK Universitas Gadjah Mada. Dokumen PKS ini ditandatangani langsung oleh Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si dan Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH disaksikan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dr. Ahmad Hamim Sadewa,  P.hD, Ketua tim pendamping,  Prof. dr. Tri Baskoro Tunggul Santoto, M.Sc., Ph.d  beserta jajaran staf FK-KMK Universitas Gadjah Mada.

Ruang lingkup PKS antara UBT dengan FK-KMK Universitas UGM melingkupi: 1) pendampingan kerjasama borang pendirian program studi pendidikan dokter tahun 2023, 2) pendampingan kurikulum pembelajaran semester ganjil tahun akademik 2024/2025, 3) pendampingan kurikulum pembelajaran semester genap tahun akademik 2024/2025, dan 4) pendampingan pelatihan SDM.

Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si,  mengatakan kekuatan Kalimantan Utara salah satunya didalam bidang pendidikan. Melihat saat ini kebutuhan dokter dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia dan khususnya Kalimantan Utara masih rendah, maka tentu perlu kiranya perguruan tinggi negeri seperti UBT untuk mengambil peluang ini guna memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia khususnya Kalimantan Utara.

Lebih lanjut Adri Patton menyebutkan bahwa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM merupakan salah satu Fakultas Kedokteran terbaik di Indonesia dimana alumninya telah banyak berkiprah diposisi strategis di bidang kesehatan di Indonesia dan luar negeri. Untuk itu sudah sewajarnyalah UBT belajar dan meminta pembinaan dari FK-KMK Universitas Gadjah Mada.

“Kami harapkan pembinaan ini dilakukan secara berkesinambungan minimal sampai adanya lulusan dari program studi pendidikan dokter UBT. Selain itu juga, pembinaan ini secara terus menerus agar dapat menjadi role model dalam pembinaan Fakultas Kedokteran di Indonesia” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FK-KMK UGM, FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH menyambut baik terkait dengan pendirian program studi pendidikan dokter di UBT karena layak dilakukan mengingat peminat fakultas kedokteran yang tinggi namun daya tampung yang terbatas. Di UGM sendiri setiap tahunnya peminat program studi kedokteran FK-KMK UGM hanya mampu diterima sebanyak 180 orang mahasiswa  dengan persaingan yang sangat ketat dari berbagai sekolah dan daerah di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Dekan FK-KMK UGM juga menyampaikan rasa optimisnya bahwa program studi pendidikan dokter di UBT ini akan berkembang dengan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, karena salahsatunya didukung keseriusan UBT menyiapkan sarana, prasarana, anggaran serta keperluan pendukung lainnya. serta dengan kerjasama UGM dan UBT akan dapat memenuhi SDM kesehatan yang sangat dibutuhkan negara saat ini khususnya di Kalimantan Utara. #HMS #ARM

Leave a Reply