Sinergi Akademis dan Budaya: Rektor UBT Sambut Kunjungan Wakil Gubernur Kaltara dan Pengurus LADK di Kampus UBT

Beranda > Berita > Sinergi Akademis dan Budaya: Rektor UBT Sambut Kunjungan Wakil Gubernur Kaltara dan Pengurus LADK di Kampus UBT


TARAKAN, 5 Maret 2026 – Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menerima kunjungan kehormatan dari Ketua Umum Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) sekaligus Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., bertempat di Gedung Rektorat UBT. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran institusi pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis kearifan lokal di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Rektor UBT memaparkan perkembangan pesat kampus yang kini telah menginjak usia 24 tahun sejak pendirian yayasan dan hampir 17 tahun sebagai perguruan tinggi negeri. Ia menekankan bahwa UBT terus berinovasi melalui penambahan program studi strategis guna menjawab kebutuhan daerah.

“Kami di Universitas Borneo sekarang sudah ada 35 program studi. Sejak Desember tahun lalu, kita kejar ada lima program studi baru, termasuk Psikologi, Kedokteran angkatan ketiga, dan Hukum Bisnis yang hanya ada tiga di Indonesia, salah satunya di UBT,” ujar Prof. Yahya.

Prof. Yahya juga mengungkapkan komitmen UBT bagi putra-putri daerah melalui kebijakan afirmasi nilai sebesar 20% bagi mahasiswa asal Kalimantan Utara dalam seleksi mandiri. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase mahasiswa lokal yang mencapai 94,11% pada tahun 2025.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UBT dalam mencetak SDM di Kaltara, khususnya bagi masyarakat di daerah perbatasan dan pedalaman yang memiliki tantangan aksesibilitas tinggi.

“Tujuan kehadiran kami adalah untuk bersilaturahmi dan memberi support kepada Bapak-Bapak dosen serta anak-anak kita yang di Kaltara agar lebih semangat lagi,” kata Ingkong Ala. “Pembangunan SDM adalah kebutuhan dasar. Kami sangat mengandalkan UBT untuk mengakomodir anak-anak daerah kita, terutama melalui kebijakan lokal yang bisa memaklumi keterbatasan fasilitas belajar di daerah pedalaman agar mereka tetap bisa menempuh pendidikan tinggi”.

Pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fakultas Hukum dan Kesehatan, yang memungkinkan tenaga kerja berpengalaman di Kaltara untuk menempuh pendidikan sarjana dengan durasi yang lebih singkat.

Kunjungan diakhiri dengan diskusi mengenai pengembangan fasilitas kampus untuk menampung jumlah mahasiswa yang kini telah mencapai 14.225 orang, serta komitmen bersama untuk memastikan UBT tetap menjadi “rumah” bagi kemajuan intelektual masyarakat Kalimantan Utara. #HMS/MAM/BVL

Leave a Reply