
TARAKAN, 16 April 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyambut kedatangan delegasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pertemuan audiensi dan pembahasan Perjanjian Kerja Sama. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Rektor, Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UBT, Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si., menyambut langsung kehadiran Dr. Fairul Zabadi, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN beserta tim. Dalam sambutan pembukanya, Dr. Heppi Iromo menyampaikan apresiasi dari pihak universitas terhadap inisiatif BRIN serta menyatakan keterbukaan UBT untuk bersinergi dalam penelitian yang berdampak positif bagi pelestarian kearifan lokal di wilayah Kalimantan Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Fairul Zabadi memaparkan latar belakang dan urgensi dari rencana kerja sama riset ini. Beliau menyampaikan kegelisahannya sebagai anak bangsa mengenai budaya Tidung yang dulu sangat luas dan diakui kebesarannya, namun kini semakin memudar. Oleh karena itu, riset yang diusulkan berfokus pada pendokumentasian budaya Tidung dalam upaya pemertahanan identitas masyarakat asli.
Adapun beberapa poin penting dari rencana riset yang disampaikan oleh pihak BRIN meliputi Proyek riset pendokumentasian budaya ini direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun. Pencarian data dilakukan hingga ke wilayah pinggiran, dengan lokus penelitian yang mencakup Sebatik, Nunukan, Tarakan, dan direncanakan berlanjut ke Kabupaten Tana Tidung pada tahun ketiga. Nilai-nilai budaya yang dikaji difokuskan pada tiga ranah utama: permainan tradisional, kuliner, dan adat istiadat. Muara dari riset ini adalah mendokumentasikan nilai-nilai tersebut agar dapat diturunkan menjadi bahan pembelajaran maupun bahan pertunjukan sebagai bagian dari revitalisasi budaya.
Lebih lanjut, Dr. Fairul Zabadi menyoroti posisi Tarakan sebagai sentral Suku Tidung pada tahun kedua riset ini, meskipun seiring pemoderenan kota, masyarakat asli perlahan tergeser ke wilayah pinggiran.

Setelah penyampaian pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembahasan intensif antara kedua belah pihak. Diskusi menyoroti poin-poin teknis Perjanjian Kerja Sama guna memastikan kelancaran kolaborasi antara akademisi UBT dan peneliti BRIN di lapangan. Pertemuan yang berlangsung konstruktif ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.



