
Tarakan, 3 November 2025 — Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan menyelenggarakan Sosialisasi Program Jaminan Hari Tua (JHT) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan PT. Asuransi Jiwa Taspen Kota Tarakan, sebagai lembaga yang menangani berbagai program perlindungan jaminan sosial bagi pegawai negeri di Indonesia.
Acara yang dihadiri para dosen, tenaga kependidikan, serta pegawai PPPK di lingkungan UBT ini berlangsung di ruang pertemuan kampus dengan suasana profesional namun tetap komunikatif. Kehadiran peserta yang cukup tinggi menunjukkan tingginya kebutuhan akan pemahaman mengenai skema perlindungan masa depan yang tersedia bagi mereka.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Manager PT. Asuransi Jiwa Taspen Kota Tarakan, Muhammad Fadhli. Dalam paparannya, Fadhli menekankan bahwa Taspen memiliki mandat untuk memberikan perlindungan menyeluruh kepada ASN, termasuk PPPK, melalui program-program resmi negara yang telah dirancang untuk menjaga stabilitas finansial pegawai ketika memasuki masa tidak produktif.
Fadhli menjelaskan bahwa Program JHT bukan sekadar tabungan jangka panjang, tetapi sebuah instrumen perlindungan keuangan yang memberikan kepastian bagi setiap pegawai pemerintah. Taspen, menurutnya, terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya melalui transformasi digital yang memungkinkan peserta mengakses informasi dan mengurus berbagai layanan secara mandiri dan real-time.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pegawai, termasuk PPPK, memahami hak dan manfaatnya secara utuh. Taspen berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam memberikan perlindungan masa depan melalui pelayanan yang akurat, cepat, dan transparan,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi acara oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Etty Wahyuni NS, S.Hut., M.P. Dalam sambutannya, Dr. Etty menyampaikan apresiasi atas kehadiran Taspen, serta menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis universitas dalam memastikan setiap pegawai memahami hak dan perlindungan yang menjadi bagian dari sistem kepegawaiannya.
Menurut Dr. Etty, pengetahuan mengenai program seperti JHT sangat penting bagi PPPK yang kini menjadi salah satu tulang punggung pelayanan publik, termasuk pada sektor pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa kesejahteraan pegawai tidak hanya diukur dari kompensasi kerja semata, melainkan juga dari kepastian perlindungan jangka panjang.
“Pegawai kita harus mendapatkan informasi yang utuh dan benar, agar mereka dapat merencanakan masa depan dengan baik. UBT berkomitmen memberikan ruang edukasi seperti ini untuk mendukung peningkatan pemahaman dan kenyamanan seluruh pegawai dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Dr. Etty.
Sambutan tersebut sekaligus membuka kegiatan secara resmi dan menjadi penanda dimulainya rangkaian materi inti dari Taspen.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif dari tim PT. Asuransi Jiwa Taspen mengenai struktur Program Jaminan Hari Tua. Pemaparan disampaikan secara sistematis untuk memastikan seluruh peserta, khususnya pegawai PPPK, memahami aspek teknis maupun manfaat program tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan harapan bahwa kerja sama antara Universitas Borneo Tarakan dan PT. Asuransi Jiwa Taspen dapat terus ditingkatkan. Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat literasi keuangan bagi seluruh pegawai di lingkungan UBT serta memastikan seluruh hak pegawai terhadap jaminan kesejahteraan terpenuhi dengan baik.
UBT menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif sejenis, guna mendukung profesionalisme, kenyamanan, dan kesejahteraan pegawai yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi.



