TARAKAN, 5 Mei 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyelenggarakan kegiatan “Sekolah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) UBT 2026”. Kegiatan intensif ini berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di lingkungan kampus Universitas Borneo Tarakan, dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis universitas dalam mempersiapkan para calon DPL agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam membimbing mahasiswa, sehingga program KKN tahun 2026 dapat memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., hadir secara langsung untuk membuka acara sekaligus memberikan arahan strategis terkait transformasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lingkungan UBT. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran DPL sebagai ujung tombak universitas di lapangan. Beliau menyatakan bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan bentuk nyata kehadiran UBT di tengah masyarakat.

“Dosen Pembimbing Lapangan adalah wajah universitas di tengah masyarakat. Melalui Sekolah DPL ini, kami ingin memastikan bahwa setiap dosen memiliki visi yang sama dalam mengawal inovasi mahasiswa di lokasi KKN. Kita ingin program yang dijalankan bukan sekadar program fisik, tetapi program yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi kita,” ujar Prof. Yahya Ahmad Zein.
Beliau juga menekankan bahwa KKN memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan institusi dan tidak boleh lagi berjalan sekadar sebagai formalitas akademik.
“KKN selama ini potensinya besar untuk pengembangan institusi, tapi jangan sampai hanya sekadar formalitas mahasiswa ditempatkan lalu selesai. Kita harus merubah pola, dari sekadar menempatkan mahasiswa menjadi mendapatkan luaran yang nyata,” tegas Prof. Yahya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa luaran KKN, seperti artikel ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), akan sangat berdampak pada nilai akreditasi universitas serta mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal ini sejalan dengan pesan utama beliau: “DPL hebat adalah pembimbing, pendamping, dan penggerak perubahan. Mari kita bersama melahirkan KKN yang terarah, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat. DPL berkualitas, KKN bermakna, UBT berkontribusi”.
Senada dengan Rektor, Sekretaris LPPM UBT, Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si., yang hadir mewakili Ketua LPPM UBT, menyampaikan bahwa standarisasi pembimbingan sangat diperlukan untuk menjamin mutu luaran KKN.

“Sekolah DPL ini dirancang agar para calon pembimbing memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola KKN yang modern. Kami menekankan pada aspek pengawasan yang terukur serta pendampingan yang mampu mendorong mahasiswa menghasilkan luaran berkualitas, baik itu berupa artikel ilmiah, video potensi desa, maupun produk inovatif lainnya. DPL harus menjadi motivator sekaligus problem solver bagi mahasiswa selama di lapangan,” tegas Dr. Ratno Achyani dalam arahannya.
Sesi materi pertama dibuka oleh Anang Sulistyo, S.P., M.P., selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan KKN UBT. Dalam paparannya, Anang Sulistyo menyampaikan rencana strategis dan peta jalan kegiatan KKN ke depan. Ia menjelaskan mengenai mekanisme baru dalam sistem layanan KKN yang akan lebih terintegrasi dan fokus pada keberlanjutan program di desa mitra.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber pakar, Kiswanto, S.Hut., M.P., Ph.D. dari Universitas Mulawarman, yang memberikan materi mendalam melalui empat pilar utama:
-
Peran, Tugas, dan Kewajiban DPL: Menekankan pada kode etik, integritas, dan fungsi representatif dosen sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat.
-
Penyusunan Program Prioritas: Mengarahkan DPL untuk membimbing mahasiswa dalam menyusun program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan kebutuhan desa.
-
Strategi Monitoring, Evaluasi, dan Penilaian: Memberikan instrumen penilaian yang objektif berbasis capaian kinerja mahasiswa.
-
Capaian Luaran KKN: Mendorong transformasi laporan KKN menjadi kekayaan intelektual (HKI), publikasi jurnal, dan dokumentasi kreatif yang dapat meningkatkan reputasi institusi.
Peserta yang terdiri dari calon DPL KKN UBT 2026 tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung hingga sore hari. Melalui pelatihan ini, diharapkan para dosen tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara mental dan teknis untuk mendampingi mahasiswa dalam melakukan intervensi inovasi di lapangan.

Dengan terlaksananya Sekolah DPL ini, Universitas Borneo Tarakan optimis bahwa pelaksanaan KKN 2026 akan menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pengabdian masyarakat yang berbasis pada data, informasi, dan kebutuhan nyata di tingkat tapak.



