TARAKAN, 18 September 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) secara resmi menyosialisasikan Rencana Strategis (Renstra) Periode 2025-2029 kepada seluruh jajaran pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja di lingkungan kampus. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan pada Jumat (18/9/2026) bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Rektorat UBT. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, yang kemudian dilanjutkan dengan paparan komprehensif oleh Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H..
Melalui Keputusan Rektor Nomor 334/UN51/KPT/HTL/2026, UBT menetapkan visi barunya untuk periode lima tahun ke depan, yakni “Menjadi Teaching University Berjiwa Kewirausahaan yang Unggul, Inklusif, Adaptif, dan Berdampak Berbasis Potensi Sumber Daya Pesisir Laut Tropis dan Pengembangan Wilayah Perbatasan”. Renstra terbaru ini juga memperkenalkan identitas visual baru melalui peluncuran maskot “Ubet”, seekor bekantan yang mengenakan busana berornamen hijau dan kuning serta penutup kepala sesingal, melambangkan kekayaan biodiversitas dan kearifan budaya Kalimantan Utara.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. menguraikan bahwa arsitektur strategi UBT 2025-2029 ditopang oleh empat pilar sasaran yang selaras dengan mandat Kementerian (Kepmendiktisaintek 358/2025) dan delapan Asta Cita Presiden untuk menyokong Indonesia Emas 2045. Keempat sasaran tersebut meliputi:
Talenta: Peningkatan mutu lulusan dengan target 52% lulusan langsung bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi dalam satu tahun, serta menaikkan Angka Efisiensi Edukasi (AEE) S1 menjadi 70% pada tahun 2029.
Inovasi: Akselerasi riset dan teknologi tepat guna dengan menargetkan peningkatan publikasi bereputasi internasional menjadi 2,1%, serta 25% luaran hasil riset mampu dihilirisasi atau dikerjasamakan dengan industri.
Kontribusi pada Masyarakat: Fokus pada pengabdian yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), dengan memprioritaskan penanggulangan kemiskinan (SDG 1), pendidikan berkualitas (SDG 4), pertumbuhan ekonomi lokal (SDG 8), kelestarian ekosistem laut (SDG 14), dan kemitraan strategis (SDG 17).
Tata Kelola Berintegritas: Mewujudkan kemandirian finansial institusi dengan target pendapatan non-UKT sebesar 12,5%, serta penciptaan kampus yang aman, bebas dari kekerasan seksual, perundungan, narkoba, dan korupsi.

Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni turut merancang Rencana Aksi (Renaksi) perbaikan tata kelola, khususnya pada implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). UBT menargetkan peningkatan predikat SAKIP dari “A” (skor 81,35 pada 2026) menjadi “AA” (skor $\ge91,00$) pada 2029. Langkah taktis yang disiapkan meliputi penyelarasan indikator dari level universitas hingga ke level individu dosen, serta pembangunan dashboard kinerja terintegrasi untuk pemantauan target secara presisi dan berkelanjutan.
Periode 2025-2029 dirancang sebagai fase “Penguatan Fondasi” dalam Peta Jalan Pembangunan Jangka Panjang UBT 2025-2045. Fase ini akan dimulai dengan tahap penataan fondasi pada 2025, integrasi keunggulan akademik pada 2027, hingga konsolidasi kemantapan institusi pada 2029.
Menutup paparannya, Rektor UBT menegaskan arah transformasi institusi yang dipimpinnya. “Renstra UBT 2025-2029 adalah pijakan transformasi dari perbatasan menuju keunggulan—membangun UBT sebagai Teaching University berjiwa kewirausahaan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berdampak, dengan menjadikan kekayaan pesisir laut tropis dan karakter wilayah perbatasan sebagai kekuatan untuk kemajuan Kalimantan Utara dan Indonesia Emas 2045,” tutur Prof. Yahya.




