
TARAKAN, 10 April 2026 – Dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul dan pemimpin masa depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara bersama Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Program Pendidikan Kebanksentralan Bank Indonesia Tahun 2026”. Acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi pada hari ini, Jumat (10/4), bertempat di Auditorium UBT Lantai 4.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Reza Hidayat.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Reza Hidayat, menyampaikan bahwa Bank Indonesia memiliki tiga peran utama, yaitu menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. Untuk menjalankan fungsi vital tersebut serta mendukung perekonomian nasional, BI membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
“Program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan wadah untuk membentuk komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Kami berharap para penerima beasiswa ini nantinya dapat menjadi agent of change (agen perubahan) dan future leaders (pemimpin masa depan) yang memiliki jiwa kepemimpinan serta kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Reza Hidayat.
Tahun ini, Bank Indonesia Kaltara memberikan kuota beasiswa kepada 55 mahasiswa UBT, meningkat dari kuota tahun sebelumnya yang berjumlah 50 mahasiswa. Reza juga menegaskan bahwa beasiswa ini bersifat inklusif, memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, termasuk Tarakan, Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, hingga masyarakat adat setempat. Rangkaian seleksi akan berjalan cepat, mencakup seleksi administrasi kampus, seleksi wawancara oleh BI, dan ditargetkan pengumuman penerima akan dilakukan pada akhir bulan ini.

Sementara itu, Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas kontribusi nyata dalam dunia pendidikan di Kalimantan Utara. Ia menekankan bahwa mahasiswa yang kelak menerima beasiswa ini adalah putra-putri terbaik dari total 14.200 mahasiswa UBT yang telah melewati persaingan akademik yang sangat ketat.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bank Indonesia. Tahun ini terdapat 55 kuota dengan nilai beasiswa Rp1 juta per bulan selama setahun. Jika ditotal, perputaran dana untuk beasiswa ini mencapai Rp660 juta yang langsung berdampak pada peningkatan kualitas SDM mahasiswa kami,” ungkap Prof. Yahya.

Lebih lanjut, Rektor UBT juga mengaitkan program kepemimpinan BI ini dengan visi kampus yang ia canangkan sejak akhir 2024, yakni menjadikan UBT sebagai Entrepreneurship University. Saat ini, pendidikan kewirausahaan telah menjadi mata kuliah wajib dengan bobot 10 persen dari kurikulum di seluruh program studi, mulai dari Fakultas Kedokteran hingga Fakultas Teknik, guna membekali mahasiswa agar mampu bertahan dan beradaptasi di tengah tantangan ekonomi global.
“Ke depan, mahasiswa tidak bisa hanya terpaku pada profesinya saja. Mereka harus memiliki fondasi kewirausahaan dan pemahaman kebanksentralan sebagai bekal untuk masa depan. Kami berharap kuota beasiswa dari Bank Indonesia untuk UBT dapat terus bertambah di tahun-tahun mendatang,” tambah Prof. Yahya, yang menutup sambutannya dengan pantun apresiasi untuk Bank Indonesia.

Melalui Program Pendidikan Kebanksentralan dan Beasiswa BI Tahun 2026 ini, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Borneo Tarakan, dapat terus berlanjut guna melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, peduli sosial, dan siap memajukan perekonomian Indonesia. #HMS/MAM/BVL



