Rektor Lantik Pengurus Masjid Nurul Ilmi dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Beranda > Berita > Rektor Lantik Pengurus Masjid Nurul Ilmi dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

TARAKAN, 02 Februari 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Masjid Kampus (MASKAM) Universitas Borneo Tarakan yang dirangkaikan dengan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masjid kampus sebagai pusat ibadah, pembinaan keislaman, serta penguatan nilai-nilai sosial di lingkungan sivitas akademika.

Acara diawali dengan prosesi pelantikan Pengurus Masjid Kampus Universitas Borneo Tarakan yang terdiri dari unsur sivitas akademika UBT. Pelantikan secara resmi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad, Zein, S.H., M.H., sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan masjid kampus secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas semangat sivitas akademika dalam memaknai keberadaan masjid kampus.

“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah semata, tetapi bagaimana masjid dapat memberikan manfaat, minimal bagi sivitas akademika Universitas Borneo Tarakan,” ujarnya.

Rektor menegaskan bahwa selama ini Masjid Kampus Nurul Ilmi telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk membantu dan mendampingi mahasiswa. Menjelang bulan suci Ramadan, beliau meyakini bahwa masjid akan semakin hidup dengan berbagai aktivitas keagamaan.

Menurutnya, pelantikan pengurus masjid oleh Rektor merupakan sebuah keniscayaan, mengingat masjid adalah bagian dari Universitas Borneo Tarakan. Hal tersebut sekaligus menjadi pengikat komitmen bahwa universitas senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan dan pengembangan masjid kampus yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, yang sejalan dengan visi dan misi Kementerian.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Takmir Masjid Kampus Universitas Borneo Tarakan, Dr. Syafruddin, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan yang dirangkaikan dengan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dr. Syafruddin memaparkan bahwa fokus utama kepengurusan ke depan adalah menghidupkan gairah ibadah dan mengoptimalkan fungsi kemasjidan, yang dirumuskan dalam empat pilar utama kemasjidan.

Pilar pertama adalah Masjid sebagai Baitullah, yaitu sebagai pusat ibadah dan tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pilar kedua, Masjid sebagai Baitul Qur’an, yakni menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keislaman, serta pengkaderan generasi muslim di lingkungan kampus. Pilar ketiga adalah Masjid sebagai Baitul Maal, yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari sivitas akademika. pilar keempat adalah Masjid sebagai Baitul Muamalah, yaitu menjadikan masjid sebagai ruang kepedulian social yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah hikmah Isra Mi’raj yang disampaikan oleh Ustadz H.M. Imamul Hakkim, Lc., S.Q., dengan tema “Menghidupkan Sholat Berjamaah sebagai Hikmah Isra’ Mi’raj”.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Imamul Hakkim menjelaskan bahwa Isra’ dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda namun saling berkaitan. Isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dari peristiwa agung inilah ditetapkan kewajiban sholat lima waktu, yang menjadi keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW.

Ia menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj tidak dapat diukur dengan logika semata, melainkan harus diyakini dengan iman. Sholat pun menjadi tiang agama dan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam konteks pelantikan pengurus Takmir Masjid Nurul Ilmi, Ustadz Imamul Hakkim menekankan bahwa pengurus masjid sejatinya adalah khadim, yaitu pelayan umat dan pelayan rumah Allah. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat ketenangan, pembinaan keilmuan, dan pelayanan sosial bagi sivitas akademika.

Lebih lanjut, ia menguraikan tiga hikmah utama Isra’ Mi’raj dalam kaitannya dengan sholat, yaitu pentingnya pemahaman hukum sholat, keutamaan sholat berjamaah di masjid, serta peningkatan kualitas sholat melalui perbaikan bacaan, rukun, dan pemahaman. Program pembinaan seperti Baitul Qur’an di Masjid Nurul Ilmi dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ibadah sivitas akademika.

Menutup ceramahnya, Ustadz Imamul Hakkim mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan sholat sebagai prioritas utama dalam kehidupan, karena sholat merupakan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh hadirin senantiasa menjadi ahli sholat dan memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh pengurus Takmir Masjid Kampus Universitas Borneo Tarakan serta para tamu undangan.#HMS#EI#BVL

Leave a Reply