PT Indosat TbkĀ (dikenal sebagaiĀ Indosat Ooredoo HutchisonĀ atauĀ IOH) adalah salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini menawarkan layanan komunikasi untuk pengguna telepon genggam dengan pilihan prabayar maupun pascabayar dengan merekĀ IM3Ā danĀ 3, ditambah jasa-jasa lainnya seperti saluran internet melalui mediaĀ serat optikĀ dengan merek Indosat HiFi, saluran komunikasi via suara untukĀ telepon tetap, termasukĀ sambungan langsung internasional, serta layananĀ multimediaĀ dan komunikasi data.

Sebagai badan usaha publik, Indosat memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada: Pendidikan Digital, Pemberdayaan Perempuan, dan Lingkungan. Indosat juga mendukung pemerintah dalam implementasi 3 agenda prioritas utama pertemuan G20 Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) yaitu: mendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan, serta peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim, dalam kesempatan ini indosat bekerja sama dengan GSMA, GIZ serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Universitas Borneo Tarakan meluncurkan program CSR bertajuk āDigitizing Mangrove Conservation (Digitalisasi Konservai Mangrove)ā yang diselenggarakan di Auditorium Lantai Empat Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, Selasa (22/05).

Launching program CSR ini dihadiri langsung oleh President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, bersama Head of APAC GSMA Julian Gorman dan Rektor UBT yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama UBT Dr. M. Djaya Bakri. Acara tersebut diikuti segenap civitas akademika UBT khususnya dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK), yang dihadiri langsung Dekan FPIK Rukisah, PhD, dan turut hadir juga undangan dari unsur Forkompimda Kaltara dan Kota Tarakan, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan unsur Pemerintah Kota Tarakan.

Dalam kegiatan tersebut Universitas Borneo Tarakan dan PT Indosat TbkĀ (Indosat Ooredoo Hutchison) telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Program Digitalisasi Konservasi Mangrove di Kalimantan Utara.

Rektor UBT, dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama mengucapkan terimakasih dan mengapresisasi Indosat Ooredoo Hutchison selaku penyelenggara yang telah menjalin kesepakatan kerjasama untuk kolaborasi pengelolaan Digitalisasi Konservasi Mangrove di Kalimantan Utara. Diharapkan kerjasama ini kedepan berkembang untuk penguatan program Kampus Merdeka seperti magang mahasiswa, program pemberdayaan dan pengembangan kawasan pesisir, riset dan lainnya. Program CSR Indosat ini sejalan dengan visi UBT sebagai PTN yang menjadi pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi berbasis riset untuk mendukung pembangunan dan pengembangan potensi kawasan perbatasan dan sumber daya laut tropis yang berkelanjutan, dan UBT saat ini juga memiliki akademisi yang concern dalam pengembangan dan pengelolaan sumberdaya mangrove diantaranya Dr. Heppi Iromo, Dr. Azis, Dr. Asbar Laga, Dr. M. Firdaus, Dr. Dori Rahmawani dan lain-lain.


Acara launching dilanjutkan ke booth peragaan alat digital pemantau ekosistem mangrove yang akan dipasang pada beberapa titik pemantauan seperti lahan tambak, dan perairan lahan pembudidayaan rumput laut. Alat pantau digital ini akan mencatat kondisi perubahan air seperti pH dan salinitas secara realtime, sehingga dapat diketahui diketahui kualitas air yang dapat mempengaruhi tingkat produktifitas lahan tambak atau budidaya rumput laut. Acara ini dimeriahkan juga dengan tampilan booth UMKM binaan UPT Kawasan Sains dan Teknologi (Science Techno Park) UBT. #HMS#AR#BVL



