TARAKAN, 29 April 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali mencatatkan sejarah gemilang dalam tonggak pencapaian akademiknya dengan menggelar Sidang Terbuka Senat. Acara khidmat ini diselenggarakan khusus dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bidang Ilmu Ekonomi – Manajemen Keuangan kepada Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si.

Prosesi pengukuhan yang dihadiri oleh jajaran civitas academica, pimpinan daerah, serta tokoh masyarakat ini turut disiarkan secara langsung untuk menjangkau masyarakat luas melalui kanal YouTube resmi Universitas Borneo Tarakan.
Puncak acara ditandai dengan penyampaian orasi ilmiah yang sangat komprehensif dan relevan dengan konstelasi ekonomi regional saat ini. Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo membawakan orasi bertajuk “Inklusi Keuangan Sebagai Pilar Manajemen Keuangan Berkeadilan: Membangun Pembiayaan Industri Kreatif Berbasis Gender Dan Kearifan Lokal”. Melalui kajiannya, beliau menyoroti urgensi restrukturisasi paradigma pembiayaan yang selama ini kerap luput menyentuh akar rumput, khususnya para pelaku usaha perempuan dan pelestari budaya lokal.

“Inklusi keuangan di era modern ini bukan sekadar tugas administratif dalam menyediakan akses terhadap permodalan maupun layanan perbankan. Lebih jauh dari itu, tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita mampu menciptakan sistem manajemen keuangan yang benar-benar berkeadilan. Melalui pembiayaan pada sektor industri kreatif yang secara strategis digerakkan dengan pendekatan berbasis gender serta mengakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal, kita dapat memberdayakan perempuan secara ekonomi sekaligus melestarikan identitas budaya bangsa kita,” papar Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo dengan tegas di hadapan mimbar akademik.
Keberhasilan lahirnya Guru Besar baru ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh pimpinan tertinggi universitas. Tambahan pakar di bidang ekonomi ini diyakini akan semakin memperkuat posisi UBT sebagai dapur pemikiran strategis di kawasan utara Indonesia.
“Pengukuhan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo pada hari ini menjadi tonggak pencapaian akademik yang sangat bersejarah dan membanggakan, tidak hanya bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tetapi juga bagi UBT secara keseluruhan. Kami menaruh harapan yang sangat besar agar kepakaran, pemikiran, dan riset-riset lanjutan beliau dapat terus memberikan kontribusi nyata serta solusi aplikatif bagi akselerasi pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah ini,” ungkap Rektor Universitas Borneo Tarakan dalam pidato sambutannya.

Apresiasi dan dukungan senada juga mengalir dari jajaran pemerintahan daerah yang melihat relevansi erat antara gagasan sang Guru Besar dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan.
“Pemerintah kota merasa sangat bangga atas lahirnya pemikir sekaliber Guru Besar baru dari kampus kebanggaan kita bersama. Gagasan kritis dan solutif dari beliau ini sangat sejalan dengan visi misi pembangunan ekonomi Kota Tarakan, khususnya dalam upaya memajukan sektor UMKM serta industri kreatif lokal agar tumbuh lebih inklusif, merata, dan berdaya saing tinggi di tengah gempuran pasar bebas,” tutur Wali Kota Tarakan.
Dukungan fungsional juga ditegaskan oleh perwakilan pimpinan tingkat provinsi. Gagasan orasi ilmiah ini dinilai mampu menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan ekonomi kawasan perbatasan yang memiliki karakteristik demografis yang unik.
“Kami mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat provinsi mengucapkan selamat dan sukses atas pencapaian gelar akademik tertinggi ini. Pemikiran tentang manajemen keuangan yang berkeadilan ini sangat esensial. Sinergi antara inklusi keuangan, kesetaraan gender, dan kearifan lokal adalah fondasi yang sangat relevan dengan upaya strategis pemerintah provinsi dalam mempercepat kemandirian serta ketahanan ekonomi daerah di wilayah perbatasan,” ujar Gubernur Kalimantan Utara menambahkan apresiasinya.
Di penghujung Sidang Terbuka Senat, sang Guru Besar kembali mengingatkan para hadirin akan esensi hakiki dari pencapaian keilmuan yang baru saja disematkan kepadanya.
“Capaian gelar akademik tertinggi ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan intelektual yang jauh lebih besar. Saya berkomitmen penuh untuk mendedikasikan dan mengimplementasikan sumbangsih keilmuan sesuai kepakaran saya, serta terus berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat,” pungkas Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo diiringi tepuk tangan hangat dari para anggota Senat dan tamu undangan.

Seluruh rangkaian Sidang Terbuka Senat Pengukuhan Guru Besar ini telah didokumentasikan dan dapat disaksikan kembali secara utuh oleh publik maupun insan pers melalui tautan YouTube resmi UBT di video di bawah::
.



