Universitas Borneo Tarakan Lepas Mahasiswa KKN ke Ibu Kota Nusantara, Rektor: Jadilah Pandawa yang Mengabdi untuk Masa Depan Bangsa

Beranda > Berita > Universitas Borneo Tarakan Lepas Mahasiswa KKN ke Ibu Kota Nusantara, Rektor: Jadilah Pandawa yang Mengabdi untuk Masa Depan Bangsa

TARAKAN, 6 Juli 2026 – Dalam upaya mendorong pengabdian yang berdampak dan strategis, Universitas Borneo Tarakan (UBT) resmi melepas lima mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) khusus di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelepasan ini berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 3 Gedung Rektorat UBT pada Senin (6/7/2026), mulai pukul 13.00 WITA.

Kelima mahasiswa yang terpilih menjadi perintis ini adalah Jogi Napitupulu dari Program Studi Agribisnis (Fakultas Pertanian), Asril Ferziansyah dari Ilmu Keperawatan (Fakultas Ilmu Kesehatan), Zevanya Yholanda Valentina dari Manajemen Sumberdaya Perairan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Cindy Claudia Trinita Cicilia dari Teknik Sipil (Fakultas Teknik), dan Jalil Ramdani dari Ilmu Hukum (Fakultas Hukum). Mereka tergabung dalam program Kalimantan University Consortium (KUC), sebuah inisiatif kolaboratif yang diinisiasi oleh berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di seluruh Pulau Kalimantan.

Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., yang memimpin langsung prosesi brainstorming dan pelepasan ini, memberikan arahan mendalam kepada para mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa program ini bukan sekadar KKN biasa, melainkan pengabdian yang membawa nama baik institusi di pusat peradaban baru Indonesia.

“Jadi lima orang ini, lima Pandawa ini, Anda menjadi motor pertama nih,” tegas Prof. Yahya. Ia menjelaskan bahwa inisiatif konsorsium ini, yang saat ini dipimpin oleh Rektor Universitas Balikpapan (Uniba), dirancang untuk memaksimalkan kontribusi dunia akademik bagi pengembangan IKN.

Rektor juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak hanya membawa nama pribadi dan program studi, tetapi juga merepresentasikan kualitas Universitas Borneo Tarakan. Program KKN di IKN ini menuntut para peserta untuk mampu mengidentifikasi masalah, memberikan penyuluhan, dan menawarkan solusi yang relevan dengan disiplin ilmu masing-masing, baik itu terkait isu pertanahan, pertanian, kelautan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur.

“Saya berharap 45 ini (peserta KKN KUC) menjadi orang-orang yang terpilih yang akan memperkuat di semua prodinya masing-masing. Termasuk yang beruntung karena dari sekian ribu yang tahun kemarin mendaftar PNS, CPNS, Anda yang 45 ini yang masuk,” ucap Rektor, memberikan dorongan motivasi agar mahasiswa UBT tidak kalah bersaing.

Lebih jauh, Prof. Yahya menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun jejaring (networking) selama berada di IKN. Mahasiswa didorong untuk tidak bersikap eksklusif, melainkan harus berbaur dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain di Kalimantan. Rektor berharap program perdana ini dapat berjalan lancar dan sukses, sehingga menjadi cetak biru bagi pelaksanaan KKN KUC di tahun-tahun mendatang, dengan harapan jumlah peserta dari UBT dapat terus ditingkatkan.

Pihak universitas juga berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran program ini, termasuk dengan melakukan pengawasan dan pemantauan langsung (monitoring) ke lokasi KKN di IKN.

Leave a Reply