Bongkar Strategi Lolos Pendanaan, Universitas Borneo Tarakan Gelar Seminar Kewirausahaan P2MW 2027

Beranda > Berita > Bongkar Strategi Lolos Pendanaan, Universitas Borneo Tarakan Gelar Seminar Kewirausahaan P2MW 2027

TARAKAN, 6 Oktober 2026 – Dalam upaya mendorong lahirnya wirausahawan muda yang kompetitif dan inovatif, Universitas Borneo Tarakan (UBT) sukses menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan bertajuk “Tips Lolos Pendanaan P2MW dari Ide Usaha hingga Proposal”. Bertempat di Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, seminar strategis ini dilangsungkan pada hari ini, Selasa (6/10/2026), dengan dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa dan didampingi oleh sejumlah dosen pembimbing.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni UBT, Rukisah Saleh, S.Pi., MP., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting agar mahasiswa UBT tidak hanya mampu menciptakan ide bisnis, tetapi juga berhasil mengeksekusinya dan mendapatkan dukungan pendanaan nasional.

“Hari ini kita berkumpul di Lantai 4 ini dalam rangka ikhtiar kita untuk bagaimana kita lebih maju selangkah,” ujar Rukisah Saleh, memberikan dorongan motivasi kepada ratusan mahasiswa yang hadir.

Rukisah Saleh turut menyoroti dinamika wirausaha saat ini yang semakin inklusif dan tidak terbatas pada bidang ilmu tertentu. “Kalau kita bicara wirausaha itu ternyata tidak gap, ya. Itu bukan domain orang ekonomi saja. Bukan domainnya orang-orang yang berkecimpung (di ekonomi), ternyata semua orang sosial pun bisa berwirausaha. Nanti mungkin tips bagaimana kita lolos proposal nanti bisa banyak diceritakan oleh Bu Icha,” jelas beliau.

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen universitas dalam memajukan iklim wirausaha, beliau juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada para pembina dan seluruh panitia yang terlibat. Beliau menegaskan kembali dukungan Rektor UBT yang bervisi entrepreneurship. “Secara personal saya bangga, teman-teman pendamping bangga, Ibu Icha juga bangga, Pak Rektor pun bangga karena Rektor sendiri Anda lihat dia punya visi entrepreneurship university,” tegasnya.

Untuk memastikan materi yang disampaikan berbobot dan tepat sasaran, seminar ini menghadirkan Icha Musyawirah Hamka, S.Sos., M.Si., sebagai pemateri utama. Beliau merupakan Reviewer Nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) sekaligus Juri Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 dan 2025 di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Strategi Tembus P2MW: “Stop Menjual Ide, Mulai Menjual Bukti”

Dalam sesi pemaparan materi, Icha Musyawirah Hamka membedah secara tuntas kriteria penilaian dan berbagai celah kegagalan yang sering tidak disadari oleh pengusul proposal. Beliau menegaskan bahwa salah satu kesalahan paling fatal mahasiswa adalah terlalu banyak melontarkan klaim tanpa disertai data pendukung.

“Reviewer tidak menilai seberapa percaya diri kita, melainkan menilai kualitas bukti,” papar Icha. Beliau memberikan prinsip tegas kepada para mahasiswa: STOP menjual ide, dan mulailah menjual bukti. Bukti yang dimaksud mencakup validasi masalah melalui wawancara, prototipe produk, data transaksi, tingkat pembelian berulang (repeat order), hingga testimoni pelanggan yang nyata.

Icha kemudian membongkar peta bobot penilaian P2MW 2027 yang harus dioptimalkan oleh mahasiswa, di mana Inovasi Produk memegang porsi terbesar yakni 25%. Selanjutnya adalah Konsumen Potensial (20%), Pemasaran (20%), Sumber Daya (15%), serta Noble Purpose (Tujuan Mulia) dan Keuangan yang masing-masing berbobot 10%.

Peserta juga diberikan pemahaman mendalam untuk menempatkan usaha mereka di tahap yang tepat. Terdapat dua tahapan utama, yakni:

  • Tahap Awal: Diperuntukkan bagi usaha yang berjalan di bawah 6 bulan, di mana fokus penilaian berada pada Problem-Solution Fit (kesesuaian masalah dan solusi). Bantuan pendanaan maksimal untuk tahap ini adalah Rp 15 juta per kelompok.

  • Tahap Bertumbuh: Diperuntukkan bagi usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, dengan kewajiban melampirkan legalitas usaha dan validasi Product-Market Fit (bukti penerimaan pasar dan penjualan riil). Bantuan pendanaan maksimal mencapai Rp 20 juta per kelompok.

Tahun 2027 ini, P2MW membuka enam kategori usaha, yakni Makanan & Minuman; Budidaya; Industri Kreatif, Seni & Budaya; Jasa, Pariwisata & Perdagangan; Manufaktur & Teknologi Terapan; serta Bisnis Digital. Icha mengingatkan dengan tegas bahwa usaha yang diajukan harus murni dikembangkan oleh mahasiswa. Model bisnis seperti waralaba, reseller, dropshipper, jastip, atau repackaging tidak diperkenankan untuk mengikuti program ini.

Melalui pembekalan teknis dan strategis yang komprehensif ini, Universitas Borneo Tarakan menargetkan lonjakan kualitas proposal P2MW yang diajukan mahasiswanya pada tahun 2027. Dengan kesiapan data yang matang dan validasi pasar yang terukur, UBT optimis dapat meloloskan lebih banyak tim ke tahap pendanaan nasional demi mewujudkan ekosistem kampus yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply