Bimbingan Karir Pra Wisuda ke-41: Membentuk Lulusan yang Siap Menjawab Tantangan Zaman

Beranda > Berita > Bimbingan Karir Pra Wisuda ke-41: Membentuk Lulusan yang Siap Menjawab Tantangan Zaman

Tarakan, 18 November 2025 — Universitas Borneo Tarakan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Karir Pra Wisuda ke-41 sebagai bentuk kesiapan kampus dalam membekali para lulusan agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menghadapi dinamika kehidupan modern yang kompleks. Kegiatan yang berlangsung pada 18 November 2025 itu membawa tema besar “Membangun Karir yang Berkelanjutan dan Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan komitmen universitas untuk melahirkan lulusan yang bukan hanya mampu menemukan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan kontribusi jangka panjang bagi masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., yang dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai realitas dunia kerja yang kini berubah dengan sangat cepat. Rektor menegaskan bahwa besok para mahasiswa akan menerima ijazah, namun sesungguhnya saat itulah mereka memulai perjalanan yang lebih serius sebagai bagian dari masyarakat profesional.

Beliau menambahkan dengan menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kreativitas, keberanian, dan attitude. Kreativitas menurutnya bukan sekadar kemampuan menciptakan sesuatu yang baru, tetapi kemampuan melihat peluang dari hal yang tidak dilihat orang lain. Keberanian adalah kesediaan untuk memulai langkah pertama meski kecil, untuk mencoba meski tidak pasti, dan untuk bangkit ketika gagal. Sedangkan attitude adalah fondasi dari semuanya—karena sikap kerja, integritas, dan etika adalah hal-hal yang justru paling dicari oleh dunia profesional. Dengan penjelasan yang penuh penekanan, Rektor mengatakan bahwa hal-hal tersebut menyumbang 40% dari kesuksesan seseorang, jauh lebih besar dari pengaruh ijazah yang hanya 10–20%.

acara berlanjut pada sesi inti yaitu pemaparan materi oleh Dr. Agus Sunarya Sulaeman, S.ST., Ak., M.Si., CGAA, CGAE, CPMA, CA., Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan gaya penyampaian yang tenang namun penuh bobot, Dr. Agus membuka paparannya dengan mengajak para mahasiswa untuk melihat kembali perjalanan mereka selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, lingkungan kampus modern telah memberikan fleksibilitas yang sangat luas kepada mahasiswa, namun di balik itu terdapat tuntutan kemandirian yang tidak bisa diabaikan. Sistem pembelajaran di era Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, misalnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan di luar kelas, mulai dari magang hingga penelitian kolaboratif. Namun kebebasan itu membutuhkan kemampuan mengatur waktu, kemampuan belajar mandiri, dan kemampuan mengambil keputusan secara dewasa.

kegiatan dilanjutkan dengan sharing dari Penina RMG, Biro Keuangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Penina menggambarkan realitas yang harus dihadapi lulusan baru di dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa proses pencarian kerja tidaklah secepat membalikkan telapak tangan. Ada masa tunggu, ada proses yang berulang, ada rasa lelah, dan ada saat-saat penuh keraguan. Namun semua itu adalah bagian dari perjalanan yang harus dilalui. Ia menekankan bahwa dunia kerja bukan hanya soal kompetensi, tetapi juga soal karakter. Kerendahan hati untuk belajar, kemampuan membangun relasi, serta kejujuran adalah nilai-nilai yang akan mempertahankan seseorang dalam jangka panjang.

Penina juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga jejak digital. Di era ini, media sosial tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi juga ruang profesional. Banyak perusahaan memeriksa rekam jejak digital calon pegawainya. Karena itu, ia menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, membangun citra positif, dan memanfaatkannya sebagai etalase kompetensi.

Bimbingan karir ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Universitas Borneo Tarakan menunjukkan keseriusannya dalam memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap mendayagunakan ilmunya untuk membangun masa depan yang bermakna.

UBT percaya bahwa lulusan hari ini adalah motor perubahan masa depan. Melalui pembekalan ini, UBT berharap para lulusan mampu menempatkan diri sebagai insan yang kreatif, adaptif, visioner, dan siap menjawab tantangan zaman.#HMS#ARM#BVL

Leave a Reply