TARAKAN, 4 Juni 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) secara resmi menggelar upacara Pelepasan Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Halaman Gedung Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Borneo Tarakan, kegiatan ini menandai langkah awal bagi 1.469 mahasiswa yang akan terjun langsung untuk mengabdi ke 123 desa yang tersebar di lingkup Provinsi Kalimantan Utara.

Dalam laporannya yang mewakili Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Sekretaris LPPM UBT, Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa momentum ini sangat penting dan membanggakan. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan pembekalan, ribuan mahasiswa tersebut siap mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus. Guna mendukung kelancaran administrasi dan bimbingan, LPPM UBT juga memperkenalkan inovasi digital bernama SAHABAT KKN (Sistem Aplikasi Holistik Administrasi dan Bimbingan Aktivitas Terpadu KKN).
Dr. Ratno Achyani menegaskan bahwa KKN adalah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk beradaptasi dan berkomunikasi, tetapi juga memecahkan masalah nyata di lapangan. Sebagai representasi dan duta Universitas Borneo Tarakan, setiap peserta KKN diwajibkan menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan karakter yang santun, disiplin, profesional, serta senantiasa menghormati adat istiadat dan kearifan lokal setempat. LPPM berharap mahasiswa dapat fokus pada program kerja yang realistis, berkelanjutan, dan menitikberatkan pada kualitas serta dampak positif bagi kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kuantitas kegiatan.
“Pergilah dengan semangat pengabdian, bekerjalah dengan ketulusan hati, dan kembalilah dengan pengalaman, pengetahuan, serta pelajaran hidup yang berharga. Ingatlah bahwa keberhasilan Kuliah Kerja Nyata tidak diukur dari lamanya waktu yang saudara habiskan di lokasi, melainkan dari seberapa besar manfaat, inspirasi dan perubahan positif yang mampu saudara hadirkan bagi masyarakat,” tegas Dr. Ratno Achyani, S.Pi., M.Si. dalam sambutannya. Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta senantiasa berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) apabila menemui kendala di lapangan.

Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas kemajuan dan perubahan signifikan yang telah dilakukan oleh LPPM, termasuk penambahan 20 desa sasaran pada tahun ini. Rektor juga menyoroti pentingnya pemerataan pengabdian hingga ke wilayah perbatasan seperti Lumbis Ogong dan Krayan. Beliau mengungkapkan bahwa pihak universitas telah menjalin komunikasi dengan Danlanud untuk memfasilitasi penerbangan bagi mahasiswa KKN yang bersedia mengabdi di Krayan, meski kuotanya masih sangat terbatas. Hal ini menjadi komitmen UBT sebagai perguruan tinggi di wilayah perbatasan untuk selalu hadir di tengah masyarakat pelosok.
“Saudara-saudara sekalian, hari ini, hari di mana Anda akan memulai suatu babakan baru dalam proses studi sebagai mahasiswa. Hari ini Anda akan diantarkan untuk masuk ke ruang empiris pengabdian ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., memberikan semangat kepada para mahasiswa.

Lebih lanjut, Rektor menitipkan lima pesan utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh mahasiswa selama 40 hari masa pengabdian. Pertama, menjaga nama baik Universitas Borneo Tarakan dengan menjadi pribadi yang produktif dan inovatif. Kedua, membangun komunikasi yang baik agar esensi mahasiswa sebagai agent of change benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ketiga, mengutamakan kerja sama dan gotong royong antaranggota kelompok. Keempat, menjunjung tinggi etika, integritas, dan disiplin sebagai modal penting di masa depan. Kelima, terus melahirkan inovasi untuk menjawab permasalahan rill di desa. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan agar mahasiswa dapat kembali ke pelukan orang tua dengan sehat, membawa cerita, semangat, serta pengalaman yang akan menjadi sejarah hidup yang tak terlupakan.
Sebagai penutup, Rektor UBT secara khusus berpesan kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar memastikan seluruh program yang telah disusun dapat berjalan maksimal. Dengan pelatihan yang telah diberikan sebelumnya, DPL diharapkan mampu membimbing mahasiswa untuk melahirkan proyek pengabdian berupa artikel ilmiah. Data lapangan dari kegiatan KKN ini dinilai menjadi instrumen penting bagi universitas dalam memberikan bentuk solusi nyata dan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan daerah di Kalimantan Utara.




