Universitas Borneo Tarakan Perkuat Visi Entrepreneurship University melalui Demo Day Tarakan Youth Incubator

Beranda > Berita > Universitas Borneo Tarakan Perkuat Visi Entrepreneurship University melalui Demo Day Tarakan Youth Incubator

TARAKAN, 05 Februari 2026 – Komitmen Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Demo Day Tarakan Youth Incubator, sebuah agenda puncak dari rangkaian program inkubasi bisnis bertema “Kickstart Your Business”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, dan menjadi ruang unjuk gagasan serta keberanian bagi para mahasiswa dan pemuda Tarakan untuk mempresentasikan proposal bisnis yang telah mereka kembangkan.

Program Tarakan Youth Incubator merupakan hasil kolaborasi strategis antara Unit Penunjang Akademik (UPA) Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Borneo Tarakan dengan Next Field Lab, sebuah inisiatif inkubasi dan akselerasi yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan ide, pembangunan prototipe, hingga pendampingan menjalankan usaha nyata. Kolaborasi ini dihadirkan sebagai jawaban atas tantangan pengangguran terdidik dan kebutuhan akan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Kalimantan Utara.

Sambutan dari Perwakilan Next Field Lab, Nurul Rezky Alya, S.Pd. Dalam penyampaiannya, Alya memperkenalkan Next Field Lab sebagai inisiatif yang lahir dari kegelisahan bersama atas persoalan skill mismatch yang dialami generasi muda di kawasan ASEAN.

“Sekitar 65 persen generasi muda memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dari kegelisahan inilah kami membangun kolaborasi lintas negara bersama rekan-rekan dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut kemudian mengantarkan Next Field Lab terpilih sebagai salah satu dari 10 program terbaik dari sekitar 250 proposal dalam skema Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI) yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Universitas Borneo Tarakan, lanjut Alya, menjadi mitra strategis pertama Next Field Lab di Tarakan. Program inkubasi bisnis yang dijalankan berlangsung selama kurang lebih enam minggu, sejak Desember hingga Februari, dan dilengkapi dengan pendampingan, mentoring intensif, serta akan dilanjutkan dengan program pasca-inkubasi bagi peserta terpilih.

Kegiatan Demo Day secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya UPA Kawasan Sains dan Teknologi, UPA Kewirausahaan, serta tim Next Field Lab yang telah menggagas dan menginisiasi program Tarakan Youth Incubator.

“Kehadiran dua unit penunjang akademik—Kawasan Sains dan Teknologi dan Kewirausahaan—yang bersinergi dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis. Ketika dua kekuatan ini digabungkan, saya yakin akan lahir sebuah ekosistem yang mampu menumbuhkan pebisnis-pebisnis muda, tidak hanya dari Kota Tarakan, tetapi juga dari Kalimantan Utara,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Yahya menegaskan bahwa pelaksanaan Demo Day Tarakan Youth Incubator sangat sejalan dengan visi Entrepreneurship University yang secara resmi ditetapkan Universitas Borneo Tarakan sejak tahun sebelumnya. Visi tersebut, menurutnya, lahir dari refleksi panjang atas realitas tingginya angka pengangguran terdidik, baik secara regional maupun nasional, di tengah besarnya potensi generasi muda yang belum tergarap secara optimal.

“Banyak usaha lahir karena keterpaksaan, bukan karena kesiapan. Tidak semua mahasiswa memiliki keberanian dan pola pikir untuk melompat ke dunia usaha. Karena itu, di Universitas Borneo Tarakan kami melembagakan visi Entrepreneurship University agar setiap lulusan memiliki cadangan kemampuan—memiliki keberanian untuk menciptakan peluang ketika jalur formal tidak terbuka,” ungkapnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa semangat kewirausahaan telah diintegrasikan ke seluruh program studi di UBT yang saat ini berjumlah 35 program studi. Melalui integrasi mata kuliah kewirausahaan dan penyusunan buku ajar kewirausahaan oleh UPA Kawasan Sains dan Teknologi, mahasiswa dibekali kemampuan berpikir sistematis, kepemimpinan, dan keberanian mengambil risiko.

“Silakan kejar cita-cita setinggi-tingginya. Namun ketika satu pintu tertutup, Anda telah memiliki keberanian untuk berkata: kalau tidak diterima, saya akan membangun usaha saya sendiri,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Prof. Yahya juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Nurul Rezky Alya, S.Pd., alumni Universitas Borneo Tarakan yang kini menjadi bagian dari Next Field Lab. Ia menilai kiprah Alya dan tim sebagai contoh nyata bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batasan, melainkan modal untuk membangun cara berpikir bisnis dan kepemimpinan yang adaptif.

Program Tarakan Youth Incubator diikuti oleh sekitar 100 peserta yang tergabung dalam 20 hingga 23 tim. Pada Demo Day ini, terpilih enam tim terbaik yang mempresentasikan proposal bisnis mereka di hadapan mentor dan pemangku kepentingan. Demo Day ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus praktik nyata bagi peserta untuk mengasah kreativitas, inovasi, serta keberanian dalam mempresentasikan gagasan bisnis yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Rangkaian acara Demo Day Tarakan Youth Incubator ditutup dengan sesi foto bersama Rektor Universitas Borneo Tarakan, jajaran pimpinan universitas, perwakilan UPA, tim Next Field Lab, mentor, serta seluruh peserta, sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing..#HMS#EI#BVL

Leave a Reply