
Tarakan, 12 Desember 2025 — Universitas Borneo Tarakan (UBT) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri, Sehat, dan Produktif”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, pada Periode I Tahun Akademik 2025–2026.

Kegiatan pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat. Ketua LPPM Universitas Borneo Tarakan, Sulidah, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar program akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan teori dengan realitas sosial.
Menurutnya, KKN merupakan jembatan untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. “Ada banyak hal yang tidak didapatkan di ruang kelas, tetapi justru diperoleh ketika mahasiswa berada langsung di lapangan. Oleh karena itu, LPPM akan menyiapkan instrumen yang dibutuhkan agar peserta KKN mampu bekerja secara terarah dan berdampak,” ujarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, yang dalam sambutannya menekankan bahwa KKN merupakan pengalaman satu kali yang tidak dapat diulang. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memaknai pembekalan ini sebagai pintu masuk menuju fase pembelajaran baru sebelum menyandang gelar sarjana.
“Proses pembekalan ini adalah penegasan bahwa Anda akan memasuki sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Maka buatlah pengalaman itu berkesan, bermanfaat, dan mampu memperkaya pengetahuan empirik Anda,” tegas Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menyoroti pentingnya pengalaman lapangan sebagai pelengkap kecerdasan akademik. Menurutnya, kecakapan berinteraksi dengan masyarakat, berkomunikasi, bekerja dalam tim lintas disiplin, serta kemampuan mengoordinasikan program tidak bisa diperoleh tanpa terjun langsung ke lapangan. “KKN adalah tempat belajar semua itu,” ujarnya.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar untuk mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa salah satu tantangan generasi saat ini adalah kurangnya kemampuan mendengar secara empatik. “Di KKN, dengarkan masyarakat. Jadikan mereka sebagai mitra dan ‘klien’ yang harus dilayani dengan program yang benar-benar berdampak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan gagasan strategis pengembangan KKN ke depan, termasuk rencana KKN luar negeri di kawasan ASEAN. Program ini, menurutnya, bukan sekadar simbol prestise, melainkan bagian dari misi kemanusiaan dan pendidikan, khususnya bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bersekolah di luar negeri.

Di akhir sambutannya, Rektor berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. Ia menegaskan bahwa setiap mahasiswa membawa nama besar Universitas Borneo Tarakan, bukan hanya program studi atau fakultas masing-masing.
“Jaga kebersamaan, saling mengingatkan, dan hindari perilaku yang dapat mencoreng nama institusi. Satu kesalahan dapat berdampak pada seluruh angkatan dan bahkan memengaruhi kepercayaan masyarakat di lokasi KKN,” tegasnya.
Sebagai penutup, Rektor secara resmi membuka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Angkatan XXII Universitas Borneo Tarakan dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri, Sehat, dan Produktif” untuk Periode I Tahun Akademik 2025–2026, seraya berharap program ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk membuktikan kelayakan mereka menyandang gelar sarjana melalui pengabdian yang nyata dan bermakna.#HMS#ARM#BVL



