
TARAKAN, 10 Desember 2025 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) dan Kejaksaan Negeri Tarakan (Kejari Tarakan) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat”. Acara yang berlangsung di kampus UBT ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, termasuk dosen dan mahasiswa dari tujuh fakultas, menunjukkan komitmen kuat sivitas akademika dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi.

Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, menegaskan posisi UBT sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai integritas. “Sebagai lembaga pendidikan pencetak pemimpin dan penjaga etika bangsa, kita harus menjadi benteng terdepan dalam menanamkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Kami juga memiliki keinginan kuat untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal agar dapat tercipta lembaga atau pusat studi hukum yang kuat, mencontoh model yang efektif dari institusi terdepan,” ujar Prof. Yahya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, Yudi Indra Gunawan, S.H., M.H., menekankan dampak sistemik korupsi terhadap pembangunan nasional. “Sebuah komitmen yang teguh dalam pemberantasan korupsi adalah kunci fundamental untuk menjamin masa depan bangsa yang adil dan sejahtera. Korupsi bukan sekadar kerugian finansial, melainkan pengkhianatan terhadap hak rakyat untuk menikmati pembangunan, di mana setiap rupiah yang diselamatkan harus dialihkan kembali menjadi sumber daya vital seperti infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan,” kata Kajati Kaltara.

Sebagai narasumber utama, SAMIAJI ZAKARIA, S.H., M.H., Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara, memaparkan peran strategis Kejaksaan Agung dalam sistem hukum Indonesia. “Dalam konteks Indonesia, Kejaksaan Agung memegang peran yang sangat strategis dan menentukan. Institusi ini tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga berfungsi sebagai arsitek kunci dalam upaya reformasi menyeluruh terhadap sistem dan lembaga hukum di negara kita,” tegas Samiaji, seraya menyoroti bahwa kemakmuran bangsa erat kaitannya dengan sifat inklusif institusi-institusinya.
Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari tujuh fakultas ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis dan dokumentasi bersama. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesadaran anti-korupsi telah menjadi bagian integral dari budaya akademik Universitas Borneo Tarakan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang bersih, berintegritas, dan berkomitmen terhadap pembangunan bangsa yang berkelanjutan..#HMS#BS



