UBT Terima Kunjungan Kerja Wamendiktisaintek: Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi dan Riset Berbasis Potensi Lokal

Beranda > Berita > UBT Terima Kunjungan Kerja Wamendiktisaintek: Dorong Transformasi Pendidikan Tinggi dan Riset Berbasis Potensi Lokal

Tarakan, 18 September 2025 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., bersama Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Saintek, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si.

Kehadiran Wamendiktisaintek disambut hangat oleh Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si., dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Etty Wahyuni MS, S.Hut., M.P. Rangkaian acara kunjungan juga dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Utara, para dosen, mahasiswa, mitra industri, serta perwakilan lembaga perbankan.

Sebagai bagian dari kunjungan, Rektor UBT mengajak Wamen Fauzan dan rombongan meninjau pameran riset, inovasi teknologi, dan hasil penelitian yang diinisiasi dosen serta mahasiswa. Pameran ini menampilkan beragam karya unggulan yang mengintegrasikan potensi lokal dengan pendekatan ilmiah modern.

Wamen Fauzan tampak antusias ketika mengunjungi stand Jurusan Teknik Komputer. Ia terkesan dengan ide-ide kreatif mahasiswa, mulai dari Sentrisevil, alat inovatif untuk mendeteksi tinggi dan berat badan bayi secara simultan dalam satu kali pengukuran; Pikbui, teknologi pemanggil ikan cerdas yang menawarkan metode baru dalam menangkap ikan bui-bui; hingga Sistem Deteksi Kualitas Air berbasis Logika Fuzzy dan IoT yang dirancang untuk memantau kualitas air secara real-time agar dapat mendeteksi potensi pencemaran sejak dini.

“Produk-produk ini adalah bukti bahwa mahasiswa kita mampu berpikir kreatif dan aplikatif. Tinggal bagaimana ekosistem mendukung agar inovasi ini bisa terus dikembangkan hingga siap digunakan masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Dalam forum yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Utara, dosen, mahasiswa, mitra industri, dan lembaga perbankan, Wamen Fauzan menekankan pentingnya perguruan tinggi melakukan perubahan paradigma agar tidak tertinggal oleh dinamika global.

“Kampus berdampak hanya bisa terwujud jika kita mampu melakukan transformasi mindset, memperkuat riset, serta menjawab tiga tantangan utama: mutu, akses, dan relevansi. Tanpa itu, kampus akan ditinggalkan oleh ekosistemnya,” tegas Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Ia menambahkan bahwa Kalimantan Utara, sebagai wilayah perbatasan dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Senada dengan Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., menyoroti kepercayaan publik yang tinggi terhadap ilmuwan Indonesia. Namun, menurutnya, hal itu belum diiringi partisipasi masyarakat dalam mendukung dan memanfaatkan hasil riset.

“Momentum kepercayaan ini jangan disia-siakan. Perguruan tinggi harus lebih terbuka dan menghadirkan riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, agar sains benar-benar berdampak pada kesejahteraan,” ujarnya.

Kalimantan Utara memiliki potensi lokal yang sangat besar, di antaranya perikanan bandeng, kepiting, rumput laut, serta hasil hutan. Potensi ini dinilai bisa menjadi basis riset terapan berbasis kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah, diharapkan inovasi yang lahir dari kampus dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru.

Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. menegaskan komitmen universitas untuk mengembangkan visi entrepreneurship university, yakni kampus yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui semangat kewirausahaan.

“Kami ingin lulusan UBT tidak hanya siap masuk pasar kerja, tetapi juga memiliki bekal kewirausahaan untuk menciptakan peluang baru bagi dirinya dan masyarakat. Dengan begitu, keberadaan UBT benar-benar memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” jelasnya.

Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan riset terapan, peningkatan kapasitas mahasiswa, dan sinergi dengan berbagai mitra strategis, termasuk dunia usaha, pemerintah, serta lembaga riset nasional.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa hasil riset unggulan turut dipaparkan, di antaranya oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si., dosen peneliti Dr. E. Mohammad Nur Utomo, S.E., M.Si., serta Dr. Titik Ismandari, S.P., M.Sc.. Riset-riset ini menyoroti inovasi di bidang perikanan, sosial-ekonomi, hingga pengelolaan sumber daya alam yang relevan dengan kondisi Kalimantan Utara.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya riset berbasis kearifan lokal. Potensi Kalimantan Utara seperti perikanan bandeng, kepiting, rumput laut, serta sektor kehutanan disebut sebagai basis riset yang dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Melalui sinergi antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat, UBT diharapkan menjadi pusat inovasi yang menghadirkan solusi nyata.

Menutup kunjungannya, Wamen Fauzan menyerukan pentingnya sinergi lintas sektor demi terciptanya pendidikan tinggi yang inklusif, relevan, dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Mari kita jadikan kampus sebagai pusat inovasi yang berdampak nyata, tidak hanya bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan kolaborasi, kita bisa menjadikan perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan nasional, dimulai dari daerah,” pungkasnya.

Leave a Reply