Tarakan, 2 September 2025 — Universitas Borneo Tarakan (UBT) memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia kesehatan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerja Sama Dr. Rukisah, S.Pi., M.P., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Alfianur, S.Kep., Ns., M.Kep., serta Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Dr. Muhammad Asfihan Nur Arifin, S.T., M.T. Kehadiran mereka menyambut secara langsung Direktur RS Pertamina Tarakan, dr. Nanang Sugiarto, MARS., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Rektor UBT Prof. Yahya Ahmad Zein menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni simbolik, tetapi merupakan wujud komitmen kedua institusi untuk menghadirkan kolaborasi yang benar-benar memberi manfaat nyata.
“UBT memiliki Fakultas Kedokteran, Program Studi Psikologi, serta Fakultas Ilmu Kesehatan dengan program studi Keperawatan dan Kebidanan. Semuanya sangat relevan dengan dunia kesehatan. Melalui kerja sama ini, kita membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan, baik melalui praktik, magang, maupun penelitian,” tutur Prof. Yahya.

Sementara itu, Direktur RS Pertamina Tarakan, dr. Nanang Sugiarto, MARS., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak universitas. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Integrated Healthcare Clinic (IHC) Goes to Campus — sebuah inisiatif untuk memperkuat kolaborasi antara institusi kesehatan dan dunia pendidikan.
“Kami memiliki tiga program utama: IHC Goes to Campus, IHC Goes to School, dan IHC Goes to Community. Kehadiran kami di UBT hari ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memperluas kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Nanang menambahkan bahwa RS Pertamina Tarakan kini berperan sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Kalimantan Utara, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Rumah sakit kami terbuka untuk mahasiswa yang ingin melaksanakan magang maupun penelitian, baik dari jenjang D3, S1, maupun S2. Kami juga berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sehingga kegiatan nyata bisa segera kita wujudkan bersama,” katanya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara UBT dan RS Pertamina Tarakan dilakukan langsung oleh Rektor UBT dan Direktur RS Pertamina Tarakan, disaksikan oleh jajaran pimpinan kedua institusi. Momen tersebut ditutup dengan foto bersama sebagai simbol awal kolaborasi yang erat dan berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran UBT dalam melahirkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus mendukung RS Pertamina dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kalimantan Utara dan melalui MoU ini, UBT dan RS Pertamina Tarakan berkomitmen untuk melangkah bersama dalam membangun masa depan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Tarakan dan Kalimantan Utara.#HMS#ARM#BVL
