Rektor UBT upayakan Program Studi Kedokteran segera dibuka di UBT tahun 2022

Beranda > Berita > Rektor UBT upayakan Program Studi Kedokteran segera dibuka di UBT tahun 2022

Jakarta – Upaya membuka Program Studi Kedokteran di Universitas Borneo Tarakan (UBT) telah memasuki babak baru dan memberikan harapan akan terealisasinya program tersebut. Ini ditandai dengan telah dilakukan pertemuan Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton, MSi dan Gubernur Kalimantan Utara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum, serta Ketua DPRD Kalimantan Utara dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.BA dan Dirjen Dikti Ristek Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DI.C., Ph.D., di Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta, Selasa (05/10)

Pada pertemuan yang dilakukan secara daring dengan Mendikbudristek dan diikuti perserta luring dalam ruang pertemuan, Mendikbudristek menyambut positif proposal yang disampaikan, meskipun saat ini izin pendirian Program Studi Kedokteran statusnya dalam kondisi moratarium, tetapi tentu dengan melihat kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, daerah yang masih membutuhkan dokter dan daerah yang belum ada fakultas kedokterannya, dapat dipertimbangkan untuk pembukaan program studi kedokteran tersebut Gubernur Kalimantan Utara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas respon positif Mendikbudristek. Gubernur berkomitmen mendukung sepenuhnya pembukaan prodi kedokteran dan program profesi dokter di Universitas Borneo Tarakan dengan segala kewajiban yang ada pada kewenangannya. Dukungan ini untuk mewujudkan kondisi daerah yang diinginkan, provinsi yang  berubah, maju dan sejahtera dengan pelayanan dokter di RSU terpenuhi, serta harapan nya one village one doctor di Provinsi Kalimantan Utara.

 

Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton, MSi juga menyampaikan apresiasi kepada Mendikbudristek beserta jajarannya khususnya Dirjen Dikti dan Ristek yang selalu aktif memberikan bantuan dalam proses pengembangan UBT. Rektor UBT ini juga mengatakan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran di UBT akan dilakukan dengan pembinaan dari Universitas Gajah Mada.

Pada pertemuan luring dan daring ini, rombongan dari Kalimantan Utara hadir dengan jumlah relatif lengkap. Rektor UBT didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr.-Ing. Ir. Daud Nawir, ST., MT., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama Dr. Ir. M. Djaya Bakri, ST., M.T., Dekan FIKES Sulidah, S.Kep., M.Kep., Wakil Dekan FIKES Yuni Retnowati, S.ST., M. Keb. Turut mendampingi Gubernur Kalimantan Utara hadir Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro Sp.A, Walikota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, Direktur RSU Kota Tarakan dr. Joko Haryanto, Ketua DPRD Kalimantan Utara Norhayati Andris, Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Utara Dr. Marthin Billa, MM. Turut mendampingi Mendikbudristek secara luring pada tempat pertemuan adalah Dirjen Dikti Ristek Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DI.C., Ph.D., Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng, dan Kepala LL Dikti Wilayah XI Kalimantan Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, M.S. Langkah lanjutan pendirian Program Studi Kedokteran, Rektor UBT segera mempersiapkan persyaratan dan dukungan sarana dan prasarana sesuai dengan aturan yang berlaku

Related Posts

Leave a Reply