Loading Mascot

Lepas 755 Lulusan pada Wisuda ke-43, Rektor UBT Tekankan Pentingnya Integritas dan Pengabdian kepada Masyarakat

Beranda > Berita > Lepas 755 Lulusan pada Wisuda ke-43, Rektor UBT Tekankan Pentingnya Integritas dan Pengabdian kepada Masyarakat

TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-43 yang bertempat di Gedung Rektorat Lantai 4 UBT, pada Rabu (29/7/2026). Pada momentum istimewa ini, sebanyak 755 wisudawan dan wisudawati secara resmi dilepas oleh Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., untuk kembali ke tengah masyarakat guna mendarmabaktikan ilmu pengetahuan yang telah diraih.

Pada wisuda periode ke-43 ini, lulusan berasal dari berbagai jenjang program studi dengan rincian: 162 lulusan Program Magister (S2) dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78; 567 lulusan Program Sarjana (S1) dengan rata-rata IPK 3,58; 3 lulusan Program Diploma 3 (D3) dengan rata-rata IPK 3,09; serta 23 lulusan Program Profesi dengan rata-rata IPK 3,82.

Selain capaian IPK yang sangat memuaskan, efisiensi masa studi mahasiswa juga menjadi sorotan. Tercatat sebanyak 52,38 persen lulusan berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu kurang dari 4,5 tahun.

“Capaian ini tentu saja harus kita syukuri bersama. Data ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan proses pendidikan di UBT yang pelan-pelan dan konsisten terus kita lakukan perbaikan di berbagai aspek,” jelas Prof. Yahya.

Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab

Dalam pidato sambutannya, Prof. Yahya menegaskan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan gerbang awal menuju tanggung jawab yang lebih besar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja dan integritas yang sejalan dengan visi UBT sebagai entrepreneurship university.

“Wisuda hari ini menandakan bukan berakhirnya proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang akan saudara emban. Gelar akademik yang diperoleh harus dimaknai sebagai amanah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ingat, kualitas bukanlah tindakan, tetapi kebiasaan,” tegas Rektor.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) strategis yang berada di beranda terdepan perbatasan Indonesia, UBT terus mencetak generasi yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan dengan prestasi mahasiswa yang memenangkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek di tingkat nasional.

Sementara di kancah internasional, mahasiswa UBT sukses melaksanakan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di Filipina, mengikuti Korea Agri-Youth Leadership Program, hingga menyelesaikan Young Talents Exchange Course di Saga University, Jepang.

“Saudara adalah cerminan Universitas Borneo Tarakan. Tunjukkan bahwa lulusan kita mampu memberikan kesan, keteladanan, dan kemanfaatan yang lebih besar di mana pun Anda berada,” pesannya.

Nasihat Kehidupan dan Harapan untuk Masa Depan

Secara khusus, Rektor menitipkan nasihat mendalam kepada para fresh graduate yang akan menapaki dunia kerja. Ia mengingatkan dua sikap penting yang harus dijaga dalam meraih kesuksesan.

“Ada dua hal yang membuat orang sukses akan jatuh dan orang yang tidak sukses tidak akan mencapai kesuksesan: pertama, putus asa ketika berada di bawah, dan kedua, merasa sombong ketika berada di atas. Apa pun rintangan yang Anda hadapi ke depan, jangan pernah putus asa. Dan bagi yang sudah di atas, jangan pernah sombong,” terang Prof. Yahya.

Mengakhiri prosesi, Rektor tak lupa menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada para orang tua wisudawan yang terpaksa mengikuti jalannya prosesi dari lantai satu Gedung Rektorat karena keterbatasan kapasitas ruangan. Ia menegaskan bahwa pihak universitas terus memperjuangkan pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) atau aula serbaguna berskala besar untuk menampung seluruh peserta di masa mendatang.

“Hari ini kami mengembalikan putra dan putri Bapak-Ibu yang kini telah menyandang gelar sarjana. Mudah-mudahan pengorbanan yang tidak henti-hentinya dan doa orang tua yang tidak terputus menjadi penguat bagi para wisudawan-wisudawati untuk menjadi insan yang sukses dan berdaya saing bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya.

Leave a Reply