Evaluasi Lapangan Pembukaan Program Studi S-1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan

Sambutan Gubernur Kalimantan Utara. dalam kesempatan ini juga beliau menyampaikan kesiapan Universitas Borneo Tarakan dan bentuk pemangkasan biaya pendidikan

Bertepatan pada hari Jumat lalu (28/2/2020) Setelah tahun lalu mengusulkan dibuka Program Studi (Prodi) strata 1 (S-1) Keperawatan dan telah terealisasi, selanjutnya kembali Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof. Dr Adri Patton, M.Si mengajukan untuk pengajuan pembukaan Program Studi melalui Gubernur Kalimantan Utara. Kemudian tidak perlu menunggu lama Gubernur Kalimantan Utara menindak lanjuti dan mendapat hasil yang positif.

Usulan ini disampaikan Gubernur saat melakukan audensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nizam di Jakarta, Selasa (25/02) menurut H. Irianto sangat perlu dibukanya program studi S1 Kebidanan diwilayah Kalimantan Utara karena akan mempermudah akses masyarakat yang ada dikalimantan utara untuk mengambil S1 Profesi sehingga dapat memangkas biaya pendidikan dan tidak perlu untuk keluar daerah.

Sejumlah Staf dan Pengajar Program Studi Kebidanan nampak dengan serius memperhatikan jalannya kegiatan

Universitas Borneo Tarakan sangat serius untuk memajukan wilayah 3T. Selagi bisa memberikan yang terbaik bagi Kalimantan Utara kenapa tidak. Ungkap Adri Patton

“Universitas Borneo Tarakan telah mempersiapkan segalanya untuk membuka S1 Kebidanan dan Profesi ditunjukan dengan UBT telah menyiapkan sarana prasarana infrastrukturnya, termasuk sumberdaya manusianya, sebagai upaya pemenuhan syarat dibukanya program studi S1 Kebidana.” ucap Adri Patton

Adanya prodi tersebut, menurut Adri, mengikuti tuntutan masyarakat Kaltara. Program S-1 Keperawatan dan Kebidanan misalnya, memang berdasarkan keinginan para direktur rumah sakit di Kaltara. Hal itu dikarenakan, salah satu syarat rumah sakit untuk bisa meningkatkan akreditasi adalah SDM-nya harus S-1. Sementara informasi yang diperolehnya, sekitar 85 persen perawat dan bidan yang bertugas di rumah sakit se-Kaltara lulusan D-3 Keperawatan dan Kebidanan. “Maka dari itu kalau rumah sakit menyekolahkan bidan dan perawat mereka ke luar atau ke Unmul Samarinda, pastilah tugas belajar. Paling banyak 1 tahun 3 orang,” ungkapnya.

Evaluasi Lapangan terkait usulan pembukaan program studi S1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan dihadiri oleh gubernur kalimantan utara dan tim evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dalam rangka memperlancar evaluasi lapangan Universitas Borneo Tarakan telah mempersiapka bukti-bukti dokumen seperti yang telah diinformasikan.

 

One Response to Evaluasi Lapangan Pembukaan Program Studi S-1 Kebidanan dan Profesi Kebidanan

  1. Nita berkata:

    Jadi kapan kepastiannya buka untuk profesi bidan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *