Rancang Alat Antropometri Berbasis IoT untuk Cegah Stunting, Mahasiswa Teknik Komputer UBT Raih Juara 2 Inovasi Daerah Kaltara

Beranda > Berita > Rancang Alat Antropometri Berbasis IoT untuk Cegah Stunting, Mahasiswa Teknik Komputer UBT Raih Juara 2 Inovasi Daerah Kaltara

TARAKAN, 26 Oktober 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) terus menunjukkan kontribusinya dalam menghadirkan solusi teknologi mutakhir bagi permasalahan nyata di masyarakat. Tim mahasiswa dari Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik (FT) UBT, sukses merengkuh gelar Juara 2 Kategori Inovasi Terapan Pelajar/Mahasiswa dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Kalimantan Utara 2026.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Utara. Rangkaian pameran inovasi dan penilaian dilangsungkan pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2026, bertempat di Hotel Luminor, Tanjung Selor.

Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh tim kolaborasi yang beranggotakan tiga mahasiswa inovatif, yakni Epril Yansa (NPM: 25456202012) selaku ketua tim, bersama dengan Hizkia Kirana Imanuel Butar Butar (NPM: 25456202016) dan Gilang Raditya Ramadhani (NPM: 25456202033). Mereka berhasil memukau dewan juri melalui karya cipta teknologi bertajuk “Sistem Antropometri Digital Berbasis IoT untuk Skrining dan Pemantauan Risiko Stunting pada Balita”.

Inovasi rekayasa perangkat keras dan lunak ini dirancang secara khusus untuk memodernisasi sekaligus mendigitalisasi proses pengukuran antropometri balita. Alat ini dilengkapi dengan sensor presisi untuk mengukur tinggi, panjang, serta berat badan yang terintegrasi secara langsung dengan teknologi Internet of Things (IoT).

Seluruh data hasil pengukuran fisik balita akan dikirim secara real-time dan ditampilkan pada sebuah dashboard berbasis website. Kehadiran sistem cerdas ini memungkinkan para kader posyandu maupun tenaga kesehatan untuk memantau hasil skrining, menganalisis grafik pertumbuhan balita dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi indikasi risiko gangguan pertumbuhan (deteksi dini stunting) secara lebih terstruktur dan efisien.

Perjalanan merengkuh posisi Juara 2 ini bukanlah proses yang instan. Mewakili timnya, Epril Yansa menuturkan bahwa mereka membutuhkan persiapan matang selama kurang lebih satu bulan. Dalam tahap pengujian (trial and error), tim sempat dihadapkan pada kendala teknis berupa kerusakan sejumlah komponen alat. Namun, berkat kerja sama tim yang solid dan penyelesaian masalah yang sistematis, seluruh kendala keras (hardware) maupun lunak (software) berhasil teratasi dengan baik.

Atas pencapaian gemilang ini, Epril turut menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dari pihak program studi.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Studi Teknik Komputer, khususnya kepada Bapak Arif Fadhllullah, S.Pd., M.Kom., selaku Ketua Program Studi Teknik Komputer, atas dukungan, perhatian, serta bantuan sponsor yang telah diberikan kepada kami. Dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu kami mempersiapkan lomba. Kami berharap dukungan dan sinergi ini dapat terus terjalin untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang membanggakan Program Studi Teknik Komputer,” tuturnya penuh rasa syukur.

Keberhasilan tim Teknik Komputer UBT ini menjadi wujud nyata dari suksesnya hilirisasi riset mahasiswa menjadi produk teknologi terapan yang fungsional. Inovasi alat kesehatan berbasis IoT ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Borneo Tarakan di tingkat provinsi, tetapi juga siap memberikan kontribusi langsung dalam menyukseskan program pemerintah terkait pengentasan stunting secara berkelanjutan. (ey/mam/mam)

Leave a Reply