Loading Mascot

BPKP Kaltara Gelar Crash Course di UBT, Dorong Generasi Muda Berintegritas dan Antikorupsi

Beranda > Berita > BPKP Kaltara Gelar Crash Course di UBT, Dorong Generasi Muda Berintegritas dan Antikorupsi

TARAKAN, 21 September 2026 – Upaya membangun budaya integritas dan kesadaran antikorupsi di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pengawasan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Crash Course at Universitas Borneo Tarakan (UBT)” yang diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Utara dengan mengangkat tema “Generasi Muda Berintegritas, Anti Korupsi Tanpa Batas”, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 4 Universitas Borneo Tarakan tersebut diikuti oleh 150 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UBT. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran dan tugas BPKP, khususnya dalam mendukung pengawasan serta tata kelola pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Kalimantan Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Etty Wahyuni NS, S.Hut., M.P., serta para dekan, wakil dekan fakultas dan kepala unit penunjang akademik di lingkungan UBT.

Dalam sambutannya, Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin dan berkelanjutan antara UBT dan BPKP Provinsi Kalimantan Utara.

Menurutnya, pelaksanaan Crash Course at UBT merupakan salah satu tindak lanjut dari kerja sama kedua institusi sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi pengawasan dan tata kelola keuangan.

“Kegiatan ini dilaksanakan selayaknya forum diskusi dan kursus yang bertujuan agar para mahasiswa memahami persoalan-persoalan penting, termasuk tugas dan fungsi BPKP sebagai badan pengawasan, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara,” ujar Rektor UBT.

Lebih lanjut, Prof. Yahya menilai bahwa keterlibatan pengawasan sejak awal merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kehadiran BPKP di lingkungan kampus, menurutnya, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan secara langsung dari lembaga yang memiliki tugas dalam bidang pengawasan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi melalui media sosial maupun media massa, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung melalui edukasi dan dialog bersama para praktisi dari BPKP.

“Semoga 150 mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini dapat menjadi agen untuk menyampaikan kepada kerabat, mahasiswa lainnya maupun masyarakat mengenai mekanisme kerja dan tugas pokok dan fungsi BPKP. Sehingga ini nantinya menjadi gulungan bola yang semakin membesar dan menjadi komitmen sesuai dengan tema hari ini, integritas dan bebas dari korupsi,” ungkapnya.

Mahasiswa Diajak Mengenal Deteksi Fraud

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Utara Sindu Senjaya Aji menyampaikan bahwa kegiatan Crash Course at UBT sejalan dengan slogan BPKP, yaitu “Hadir Bermanfaat.”

Melalui kegiatan tersebut, BPKP Kaltara ingin memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas sebelum memasuki dunia kerja.

Tidak sekadar memberikan materi secara teoritis, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif. Mahasiswa diajak mengikuti simulasi yang menggambarkan proses kerja auditor serta diperkenalkan pada cara mendeteksi fraud dan pentingnya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini.

“Melalui pelatihan atau kursus ini, mahasiswa tidak hanya mendengarkan secara teori, tetapi juga diajak bersama-sama melakukan simulasi langsung yang seolah-olah menjadi auditor. Kami ingin mengenalkan bagaimana mendeteksi fraud dan penanaman nilai antikorupsi yang harus dimulai sedini mungkin,” jelas Sindu.

Selain penguatan pemahaman mengenai pengawasan dan antikorupsi, Sindu juga menyampaikan bahwa BPKP Provinsi Kalimantan Utara membuka peluang karier bagi lulusan UBT dari berbagai latar belakang keilmuan untuk bergabung menjadi bagian dari BPKP di masa mendatang.

Kolaborasi antara UBT dan BPKP Kaltara melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada ruang kelas maupun forum diskusi. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat diteruskan kepada lingkungan kampus, keluarga, maupun masyarakat.

Melalui pemahaman mengenai integritas, pencegahan korupsi, serta pentingnya pengawasan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang turut mengawal terwujudnya tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, serta bebas dari korupsi.

Pelaksanaan Crash Course at UBT sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengawasan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter integritas sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. HMS/EI/BVL

Leave a Reply