Universitas Borneo Tarakan dan Saga University Jepang Jalin Kerja Sama Akademik Internasional Lewat Simposium CABE 2025

Beranda > Berita > Universitas Borneo Tarakan dan Saga University Jepang Jalin Kerja Sama Akademik Internasional Lewat Simposium CABE 2025

Tarakan, 9 September 2025 — Universitas Borneo Tarakan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan bangga menyelenggarakan International Symposium Celebrating the Signing of the Academic Collaboration Agreement & The 5th International Seminar on Climate Change, Agriculture, Biodiversity, and Environment Study (CABE 2025) bersama Saga University, Japan.

Kegiatan prestisius ini berlangsung secara hybrid di Ruang Serbaguna Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan dan Saga University, Jepang, melalui Zoom Meeting. Menghadirkan akademisi lintas negara, simposium ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan global seputar perubahan iklim, ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, hingga pemanfaatan teknologi masa depan.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya simposium internasional ini serta menekankan pentingnya kolaborasi akademik lintas negara dalam menghadapi isu-isu global.

“Isu-isu global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, konservasi keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu bangsa, melainkan misi bersama umat manusia. Melalui simposium ini, kami berharap lahir kontribusi akademik yang inovatif dan aplikatif, yang mampu menjadi rujukan penting bagi kebijakan publik maupun praktik pembangunan di daerah perbatasan,” ungkap Rektor UBT.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, UBT sebagai entrepreneurship university berkomitmen untuk mendorong riset yang inovatif, berbasis solusi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memandang forum ini bukan hanya sebagai ajang berbagi pengetahuan, melainkan juga sebagai kesempatan membangun jejaring internasional dan mengambil langkah nyata menghadapi tantangan zaman.

masih dalam rangkaian kegiatan dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Borneo Tarakan dan Saga University, Jepang. Penandatanganan kerja sama akademik ini bertujuan untuk memperkuat jejaring penelitian, membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mendorong lahirnya publikasi dan riset kolaboratif yang memiliki dampak signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang lingkungan, pertanian, dan isu kawasan perbatasan.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para keynote speaker, Prof. Kazuya Sato (Dekan Fakultas Sains dan Teknik, Saga University) memaparkan riset tentang autonomous mobile robot berbasis kamera dan kecerdasan buatan untuk navigasi tanpa marker. Prof. Masato Tominaga (Fakultas Sains dan Teknik, Saga University) memperkenalkan program JST Sakura Science sekaligus memaparkan riset terkini tentang microbial fuel cells (MFC) atau baterai lumpur, sebuah teknologi ramah lingkungan yang mampu menghasilkan energi dari mikroorganisme. Tri Paus Hasiholan Hutapea, S.Si., M.Si. (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UBT) menyampaikan riset tentang sintesis hijau nanopartikel emas menggunakan ekstrak daun nipah dan aplikasinya sebagai sensor formaldehida berbasis albumin ikan.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan produktif. Diskusi ini membuka ruang pertukaran ide, pengalaman, serta potensi kolaborasi riset antara akademisi dari Indonesia, Jepang, dan negara lain.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, pembicara, dan tamu undangan, yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi lintas negara.#HMS#ARM#BVL

Leave a Reply