UBT dan Kementerian ESDM Gelar Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan di Kalimantan Utara

Beranda > Berita > UBT dan Kementerian ESDM Gelar Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan di Kalimantan Utara

Tarakan, 27 Agustus 2025 — Universitas Borneo Tarakan (UBT) melalui Fakultas Teknik berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan melaksanakan Program Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Jalur Vokasional Khusus di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kegiatan ini turut melibatkan Dinas ESDM Provinsi Kaltara, Dinas Pendidikan, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta perguruan tinggi se-Kaltara.

Program sertifikasi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di bidang ketenagalistrikan, sekaligus mendorong ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia.

Pelaksanaan di Kalimantan Utara diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri dari 42 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan, 2 peserta dari SMKN 2 Tarakan, dan 6 peserta dari SMKN 2 Malinau yang hadir melalui zoom. Secara nasional, program ini ditargetkan menyasar 2.000 peserta di 10 provinsi.

Dalam sambutannya, Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Heru Setiawan, S.T., yang hadir melalui zoom, menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Sebagaimana diamanatkan undang-undang, setiap tenaga teknik yang bekerja pada usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi. Pengalaman kerja saja tidak cukup. Tenaga kerja juga harus memiliki sertifikasi yang sesuai dengan standar kompetensi ketenagalistrikan yang diakui secara nasional,” ujarnya,

Heru menambahkan, sertifikasi vokasi ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Menurutnya, tenaga teknik yang bersertifikasi tidak hanya profesional dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap aspek keselamatan kerja serta ramah lingkungan.

“Sertifikasi ini bukan sekadar ujian, melainkan sebuah proses penting dan langkah awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari sudah siap diterapkan di dunia kerja. Lebih dari sekadar keahlian teknis, dunia industri juga menuntut sikap, karakter, dan semangat yang profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UBT, Dr. Syahfrizal Tahcfulloh, ST., MT., menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di daerah perbatasan.

“Program sertifikasi tenaga teknik ketenagalistrikan ini diharapkan mampu meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja. Pemenuhan kebutuhan tenaga kerja berbasis kompetensi di sektor energi dan sumber daya mineral adalah faktor penting dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dr. Syahfrizal menegaskan, sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK), dengan penerapan klasifikasi bidang, subbidang, serta kerangka kualifikasi sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Melalui jalur vokasional, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik yang berorientasi pada kesiapan kerja.

“Dengan adanya program ini, UBT bersama Kementerian ESDM berupaya menghadirkan solusi konkret dalam menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan SDM ketenagalistrikan yang kompeten, andal, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, yang diwakili oleh Abdul Muis, S.H., M.Sc., Kepala Bidang Ketenagalistrikan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas di bidang ketenagalistrikan.

“Kalimantan Utara sebagai daerah strategis energi membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah kejuruan dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ungkap Abdul Muis.

Program Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Jalur Vokasional Khusus ini mengacu pada Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK), dengan klasifikasi bidang, subbidang, serta kerangka kualifikasi nasional. Pendekatan yang memadukan teori dan praktik diyakini akan melahirkan tenaga kerja yang profesional, aman, andal, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Utara dalam menyiapkan tenaga teknik ketenagalistrikan yang berdaya saing global. Dengan sertifikasi resmi dari pemerintah, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung pembangunan sektor energi sekaligus menjawab kebutuhan industri di masa depan.s#HMS#ARM#BVL

Leave a Reply