Wisuda ke-44 UBT: 626 Lulusan Siap Menjadi Solusi dan Penggerak Inovasi di Beranda Depan NKRI

Beranda > Berita > Wisuda ke-44 UBT: 626 Lulusan Siap Menjadi Solusi dan Penggerak Inovasi di Beranda Depan NKRI

TARAKAN, 5 November 2026 — Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali mencetak sejarah dengan melangsungkan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-44 Lulusan Program Diploma, Sarjana, Magister, dan Profesi. Sebanyak 626 wisudawan-wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi khidmat yang digelar di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UBT pada Kamis pagi.

Acara wisuda yang berlangsung megah ini turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Universitas Borneo Tarakan, dengan manajemen penyiaran yang dikelola secara profesional oleh tim Hubungan Masyarakat (Humas) UBT. Siaran ini memungkinkan keluarga wisudawan di seluruh penjuru Tanah Air untuk ikut menyaksikan momen bersejarah tersebut secara real-time.

Hadir dalam prosesi tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kaltara Ir. H. Syafi’i, S.T., M.T., M.A.P. yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara, Ketua DPRD Provinsi Kaltara, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Wali Kota Tarakan. Turut hadir para tokoh perintis dan pendiri UBT, pimpinan perusahaan dan perbankan mitra, jajaran Senat Universitas, dan tentunya para orang tua serta keluarga kebanggaan dari 626 wisudawan.

Dalam pidato resminya, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menegaskan bahwa momentum wisuda bukanlah titik akhir pembelajaran, melainkan gerbang awal pengabdian di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para lulusan mampu mempertahankan integritas dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah dinamika situasi yang terus berkembang.

Rektor dengan bangga melaporkan rekam jejak prestasi mahasiswa UBT yang menonjol sepanjang tahun 2026.

“Kami merasa senang dan bangga, mahasiswa Universitas Borneo telah mampu untuk bersaing bahkan juara di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Universitas Borneo meraih juara 2 di Mandalika Competition dan National Business Plan Competition, juara 3 Accounting Competition di Universitas Jambi, juara 1 kategori poster project MKWK tingkat nasional, juara 3 Scientific Olimpiade Research and Asi Competition, dan berbagai macam juara lainnya,” papar Prof. Yahya.

Selain pencapaian mahasiswa, Rektor juga mengumumkan progres pengembangan institusi yang signifikan. Pada tahun 2027 mendatang, UBT akan kembali mengekspansi layanannya dengan membuka dua program studi baru, yakni S1 Kehutanan dan S2 Pendidikan Dasar, sehingga menggenapkan total program studi UBT menjadi 37. Tidak hanya itu, dua program studi yakni S1 Manajemen dan S1 Pendidikan Biologi kini telah berhasil meraih status akreditasi Unggul.

Peningkatan mutu institusi ini turut ditopang oleh percepatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Rektor merinci bahwa hingga tahun 2026, jumlah dosen berkualifikasi doktor (S3) telah melonjak dari 85 menjadi 95 orang. Peningkatan serupa juga terlihat dari bertambahnya jumlah Lektor Kepala menjadi 46 orang dan Guru Besar menjadi 4 orang.

Transformasi Universitas Borneo Tarakan tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, melainkan juga penguatan ekosistem digital dan inovasi. Prof. Yahya memaparkan bahwa fasilitas akses internet di lingkungan kampus telah diperluas secara masif dari 169 titik menjadi 196 titik. Sejalan dengan itu, luaran riset dan inovasi kampus juga mencatatkan lonjakan signifikan dengan pencapaian 34 produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Seluruh capaian ini menjadi fondasi yang kian mengokohkan langkah UBT menuju Entrepreneurship University.

Sebelum melepas para wisudawan ke tengah masyarakat, Rektor UBT menanamkan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh setiap alumni, yakni Knowledge (Pengetahuan), Skill (Keterampilan), dan Attitude (Sikap).

“Kita harus mampu melihat masalah menjadi bagian dari solusi, memberikan inisiatif, dan yang paling penting adalah jiwa Entrepreneurship University menjadi nilai tambah bahwa Anda akan bisa membuka peluang, tidak hanya mencari peluang,” tegas Prof. Yahya. Ia juga berpesan agar para lulusan selalu membawa nama baik almamater serta membuktikan bahwa SDM dari kawasan perbatasan mampu menembus batas hingga ke level nasional dan internasional.

Apresiasi Pemprov Kaltara: Wisuda Bukan Garis Akhir

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. H. Syafi’i, S.T., M.T., M.A.P., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan para orang tua yang hadir.

Gubernur menyoroti bahwa kelulusan 626 mahasiswa ini merupakan sebuah pembuktian nyata dari kegigihan generasi muda Kalimantan Utara.

“Angka ini bukan sekadar bilangan, melainkan 626 kisah perjuangan—dari begadang yang panjang, tugas yang hampir tak kunjung usai, dan keteguhan hati yang tidak pernah padam. Anda telah membuktikan bahwa Anda mampu, dan hari ini adalah pembuktiannya,” ucap Ir. H. Syafi’i membacakan pesan Gubernur.

Pemerintah Provinsi Kaltara secara khusus juga memberikan penghormatan kepada para lulusan terbaik tingkat universitas yang terdiri dari 2 lulusan jenjang Magister (S2), 7 lulusan jenjang Sarjana (S1), 1 lulusan jenjang Diploma 3 (D3), dan 1 lulusan jenjang Profesi. Prestasi membanggakan ini diharapkan tidak menjadi tempat untuk berhenti, melainkan menjadi pemantik semangat untuk melangkah lebih jauh.

Tidak lupa, Pemprov Kaltara menempatkan para orang tua dan wali sebagai pahlawan sesungguhnya di balik kesuksesan para wisudawan. Di balik toga kebesaran yang dikenakan para lulusan, terdapat doa yang tak pernah putus dan pengorbanan luar biasa dari pihak keluarga.

Lebih lanjut, pesan Gubernur Kaltara menyoroti realitas dunia pascakampus yang menantang sekaligus menjanjikan. Para wisudawan diingatkan bahwa seluruh ilmu, pengalaman di laboratorium, maupun dinamika di organisasi kemahasiswaan harus dihidupkan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah. Masuklah (ke dunia kerja) dengan kepala tegak, hati yang rendah, dan semangat belajar yang tak pernah habis. Dunia kerja tidak selalu mudah, tetapi orang yang jujur, tangguh, dan mau terus berkembang akan selalu menemukan jalannya,” tegas Gubernur melalui teks sambutannya yang dibacakan oleh Ir. H. Syafi’i.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga memberikan apresiasi khusus kepada para lulusan yang selama masa perkuliahannya harus berjuang membagi waktu antara belajar dan bekerja. Pengalaman ganda tersebut dinilai sebagai modal mental yang sangat tangguh untuk menghadapi realitas kehidupan yang lebih luas.

Sebagai wilayah yang terus berkembang pesat, Kaltara sangat membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan inovatif. Gubernur menaruh harapan besar agar para alumni UBT tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan (job seeker), melainkan memiliki keberanian dan visi untuk menciptakan lapangan kerja baru (job creator). Mereka diharapkan mampu memajukan potensi daerah tanpa kehilangan jati diri dan kecintaannya terhadap Tanah Air.

Sinergi yang kokoh antara perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah dinilai sebagai pilar yang sangat strategis. Keberadaan SDM unggul dan berintegritas lulusan UBT merupakan kunci utama dalam mendukung terwujudnya Provinsi Kalimantan Utara sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.

Menutup sambutan tertulisnya, Gubernur Kaltara menitipkan sebuah pantun penuh makna yang disambut riuh tepuk tangan para hadirin:

Pergi berlayar ke kota Tarakan,Singgah di kedai membeli baju,Wisuda UBT kita banggakan,Mencetak SDM Kaltara semakin maju.

Rangkaian prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-44 ini diakhiri dengan suasana yang penuh haru, kebanggaan, dan suka cita. Dengan dikembalikannya 626 putra-putri terbaik ini kepada masyarakat, Universitas Borneo Tarakan semakin memantapkan muruahnya sebagai kawah candradimuka bagi talenta perbatasan yang siap mengabdi, berinovasi, dan membangun masa depan peradaban bangsa. (mam/mam/mam)

Leave a Reply