TARAKAN, 1 November 2026 – Dalam upaya mendorong transisi energi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Borneo Tarakan (UBT), Rukisah Saleh, S.Pi., MP., Ph.D., telah berpartisipasi sebagai salah satu delegasi resmi Indonesia dalam “The 2026 Seminar on Green Energy for Indonesia”.
Kegiatan berskala internasional ini diselenggarakan di Chengdu dan Kunming, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 10 hingga 23 Oktober 2026. Program ini merupakan bagian dari Human Resource Development Cooperation Programs yang disponsori oleh Ministry of Commerce RRT dan diorganisasi oleh Biogas Institute of Ministry of Agriculture and Rural Affairs (BIOMA).
Partisipasi Rukisah Saleh dalam seminar ini mewakili UBT bersama dengan puluhan delegasi lain yang terdiri dari aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta perwakilan akademisi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Selama dua pekan, para delegasi tidak hanya mengikuti serangkaian kuliah intensif mengenai kebijakan energi hijau Tiongkok, seperti strategi “Dual Carbon” dan pemikiran peradaban ekologi, tetapi juga berkesempatan meninjau langsung (site visit) berbagai fasilitas energi terbarukan kelas dunia. Kunjungan lapangan tersebut meliputi proyek Sistem Pasokan Gas Biogas Terpusat di Jingyang, teknologi konversi anaerob limbah pertanian di laboratorium kunci BIOMA, pabrik insinerasi pengolahan sampah menjadi listrik (waste-to-energy), fasilitas teknologi hidrogen dan penyimpanan energi di Zhongzi Technology, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Shilin.
Kehadiran Wakil Rektor UBT dalam forum ini merupakan langkah strategis universitas untuk mempelajari secara mendalam implementasi teknologi energi terbarukan—mulai dari biomassa, biogas, panas bumi, hingga fotovoltaik. Pengetahuan komprehensif ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan riset, pemutakhiran kurikulum pendidikan vokasi, serta inovasi teknologi yang selaras dengan visi UBT.
Selain peningkatan kapasitas akademik, keikutsertaan delegasi UBT juga bertujuan untuk membangun jejaring internasional serta menjajaki peluang kolaborasi riset, transfer teknologi, dan kemitraan teknis dengan lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi di Tiongkok, khususnya di sektor energi hijau dan pembangunan wilayah perbatasan yang berkelanjutan.
“Pelajaran yang diperoleh dari seminar ini sangat berharga, seperti bagaimana limbah dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat, serta pentingnya integrasi antara kebijakan dan inovasi teknologi. Harapannya, wawasan ini dapat segera kita adaptasi dan implementasikan di UBT guna mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission,” jelas perwakilan delegasi dalam laporan resminya.
Langkah aktif Universitas Borneo Tarakan dalam seminar ini kian mempertegas komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berwawasan global serta proaktif dalam mencari solusi atas tantangan transisi energi di masa depan. (mam/mam/mam)




