
TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola program studi. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), UBT menggelar Sekolah Tata Kelola Koordinator Program Studi pada 27–29 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat UBT.

Kegiatan yang diikuti para koordinator program studi (Kaprodi) dan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UBT ini menghadirkan Kepala LPMPP Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., bersama Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si., Ardiansyah, S.TP., M.Si., Ph.D., dan Dr. Muhammad Yamin, S.IP., M.Si. sebagai narasumber.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama UBT, Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, bukan sekadar mengejar nilai akreditasi.
“Akreditasi ini target kita memang bagaimana ke depannya tidak hanya kertas saja, bukan hanya nilai saja, tetapi benar-benar kualitas pendidikan kita ini harus memihak kepada mahasiswa untuk meningkatkan daya saingnya di masa depan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya setiap program studi memiliki strategi pengembangan yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan kondisi pendidikan di Kalimantan Utara. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan kelulusan tepat waktu, mengingat capaian indikator efisiensi edukasi UBT masih berada di kisaran 43 persen dari target 60 persen.
Menurutnya, para Kaprodi perlu menyusun peta jalan pengembangan program studi, mulai dari peningkatan layanan akademik, pemantauan keberhasilan studi mahasiswa, hingga perencanaan pengembangan kompetensi dan jenjang karier dosen.

Selanjutnya, Kepala LPMPP UBT, Dr. Aditia Syaprillah, S.H., M.H., menyampaikan materi bertajuk “Diferensiasi Misi UBT”. Materi tersebut menekankan pentingnya menentukan arah dan keunggulan institusi yang selaras dengan karakteristik UBT sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan pembelajaran, potensi pesisir dan sumber daya laut tropis, serta pengembangan wilayah perbatasan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama tim LPMPP UNSOED. Melalui forum ini, peserta mendapatkan wawasan dan kesempatan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program studi, penguatan sistem penjaminan mutu, serta strategi peningkatan kualitas layanan akademik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan UBT.
Melalui kegiatan ini, LPMPP UBT berharap setiap program studi mampu menyusun langkah pengembangan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kolaborasi bersama UNSOED sekaligus menjadi upaya memperkuat budaya mutu akademik guna mendorong terwujudnya program studi unggul dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta berdaya saing.



