
TARAKAN, 5 Agustus 2026 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) secara resmi mengukuhkan sebanyak 2.137 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Angka tersebut merupakan representasi dari peserta-peserta terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat dari total 10.050 pendaftar di berbagai jalur penerimaan.
Pengukuhan ribuan mahasiswa dari penjuru Nusantara ini dilaksanakan melalui Rapat Senat Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru yang diselenggarakan secara luring di GOR Tipe B Kota Tarakan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Momen bersejarah ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 tingkat universitas, yang dijadwalkan berlangsung intensif selama dua hari, yakni pada 4 hingga 5 Agustus 2026.
Acara peresmian ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah serta kementerian, di antaranya Gubernur Kalimantan Utara, Wali Kota Tarakan, dan Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang pada kesempatan tersebut turut memberikan Kuliah Umum kepada seluruh mahasiswa baru.

Dalam pidato sambutannya, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di 35 program studi berbeda. Rektor menegaskan bahwa kehidupan perguruan tinggi adalah wadah krusial untuk menemukan jati diri, bukan sekadar tempat mengejar selembar ijazah. Beliau mendorong mahasiswa untuk menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan tidak takut menghadapi kegagalan.
Lebih lanjut, Prof. Yahya memberikan jaminan bahwa UBT berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan aman. Beliau secara tegas menyatakan bahwa pihak universitas tidak akan mentoleransi segala bentuk perpeloncoan, perundungan (bullying), maupun tindak kekerasan dalam bentuk apa pun selama masa perkuliahan.
Senada dengan pesan Rektor, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes., turut memotivasi mahasiswa untuk menjadi generasi yang tangguh. Dalam arahannya, beliau membeberkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) hanya berkontribusi sekitar 20 persen terhadap kesuksesan seseorang. Selebihnya, keberhasilan di dunia kerja dan masyarakat sangat ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan sosial (SQ), serta ketangguhan mental (resilience). Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi, melatih tata krama, serta beradaptasi cepat dengan kemajuan teknologi agar mampu menyelesaikan masa studi dengan baik dan tepat waktu.

Pembekalan Komprehensif: Dari Wawasan Kebangsaan hingga Kesiapan di Era Digital
Setelah prosesi pengukuhan pada Sidang Senat Terbuka, kegiatan langsung dilanjutkan dengan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas yang dirancang secara komprehensif selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Agustus 2026.
Pada hari pertama pelaksanaannya, fokus pembekalan diarahkan pada penguatan ideologi, karakter, dan kesejahteraan mahasiswa. Mahasiswa baru mendapatkan wawasan kebangsaan terkait pemahaman Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, keutuhan NKRI, serta upaya strategis dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Materi krusial ini disampaikan langsung oleh Komandan Korem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.E., M.Han.
Selain wawasan kebangsaan, hari pertama juga diisi dengan materi penguatan literasi keuangan bagi mahasiswa, serta pengenalan berbagai unit layanan esensial di kampus. Unit-unit tersebut meliputi UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, UPA Bimbingan Konseling, hingga Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Kehadiran materi ini menjadi langkah konkret UBT dalam menjamin lingkungan belajar yang aman, suportif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Memasuki hari kedua pada 5 Agustus 2026, materi PKKMB dititikberatkan pada sistem akademik dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Para mahasiswa baru diberikan pemahaman mendalam mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia, kurikulum program studi, implementasi Kampus Berdampak, serta pedoman kode etik mahasiswa di lingkungan UBT.
Untuk memastikan para lulusan kelak mampu bersaing secara global, PKKMB juga membekali mahasiswa dengan wawasan strategis mengenai kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri. Rangkaian materi di hari kedua ini kemudian ditutup dengan pemaparan tentang Muatan Lokal UBT untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal kepada para mahasiswa.
Seluruh rangkaian PKKMB tingkat universitas ini diakhiri secara simbolis melalui penyerahan mahasiswa baru oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan kepada masing-masing Dekan Fakultas. Setelah penyerahan tersebut, para mahasiswa akan melanjutkan kegiatan pengenalan kampus tingkat fakultas selama dua hari ke depan untuk mendalami iklim akademik, struktur organisasi, dan sistem pelayanan secara lebih spesifik di fakultasnya masing-masing.



